Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Bohong, Guru Ngaji Dianiaya di Ciamis Jabar

Ciamis - Rian Riana (28) yang sempat mengaku menjadi korban penganiayaan orang misterius siap mencabut laporan polisi. Guru ngaji di Ciamis ini secara mengejutkan menyimpulkan pelaku yang menganiayanya bukan manusia, tapi makhluk gaib.

Pria tersebut mengungkapkannya di Kantor Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (2/3/2018). Dia menyampaikan klarifikasi berkaitan hal tersebut.

"Saya simpulkan penganiayaan yang terjadi terhadap saya dilakukan makhluk gaib," kata Rian didampingi Kepala Desa Ii Suherli dan rekan-rekannya.

Ia menjelaskan kejadian penganiayaan menimpanya berlangsung pada Senin (26/2) malam, sekitar pukul 20.15 WIB. Waktu itu Rian mengaku baru keluar dari Masjid Nurul Iman.

Selagi perjalanan pulang, Rian menyebut ada sosok menyerangnya. Kabar tersebut membuat geger warga setempat.

"Saya merasa disetrum, diseret, dipukuli dan merasa keluar darah," begitu surat pernyataan yang disampaikan Rian.

Lalu pada Selasa (27/2), Rian dibawa ke RSUD Ciamis. Berdasarkan hasil visum dokter menyatakan Rian sehat dan tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan.

Cabut Laporan, Guru Ngaji di Ciamis: Saya Dianiaya Makhluk GaibSurat pernyataan Rian Riana yang mengaku dianiaya makhluk gaib. (Foto: Dadang Hermansyah)
Klarifikasi dibeberkan Rian ini tak lain karena ada keresahan di masyarakat. Khawatir mengganggu kondusifitas dan guna mencegah salah sasaran.

Dia menegaskan segera mencabut laporan yang dibuatnya di Polres Ciamis.

"Saya akan mencabut laporan polisi," ujar Rian.

Baca juga: Ini Lokasi Guru Ngaji di Ciamis Disetrum Orang Misterius

Kepala Desa Darmacaang Ii Suherli menjelaskan peristiwa yang terjadi menimpa Rian beberapa waktu lalu banyak praduga-praduga. Adanya klarifikasi langsung oleh Rian untuk memperjelas dan menghindari praduga.

"Apabila masyarakat merasa terganggu dan resah mohon maaf sekali, itu bukan disengaja tetapi kenyataannya seperti itu. Mudah-mudahan situasi menjadi tenang semuanya," ucap Ii.

Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana membenarkan klarifikasi diungkapkan Rian.

"Bersangkutan mengaku dianiaya diduga bukan dilakukan oleh manusia, tapi diduga dilakukan oleh makhluk gaib," kata Umar via pesan singkat.

Sumber: Detikcom

***

Berita sebelumnya:

Ciamis - Motif penyerangan dan siapa pelaku penganiayaan teradap Rian Riana (35) masih teka-teki. Guru ngaji di Ciamis ini mengaku disetrum dan ditimpuk batu orang tak dikenal. Polisi turun tangan menyelidiki.

Rian kini terbaring di RSUD Ciamis lantaran luka memar di kepala dan punggung. Peristiwa yang diungkapkan pria tersebut terjadi di Dusun Cimarongmong, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (26/2) malam.

Kejadian bermula saat Rian berjalan kaki pulang ke rumah usai mengajar ngaji. Dia baru saja keluar dari Masjid Nurul Iman.

"Saya diserang dan disetrum dari belakang," ucap Rian di RSUD Ciamis, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018).

Korban mengaku tak mengetahui gerak gerik atau kedatangan pelaku. Insiden tersebut berlangsung cepat. "Saya tidak merasa ada yang mengikuti," ujarnya.

Dia memperkirakan pelaku berjumlah satu orang yang diduga bersenjata alat setrum tegangan rendah. Namun Rian sama sekali tidak mengetahui ciri-ciri pelaku lantaran saat kejadian berlangsung malam sehingga penglihatan terbatas. Ia menjelaskan tidak ada saksi.

"Jadi saya tidak mengetahui persis pelaku penyerangan, karena setelah dipukul saya langsung pingsan," kata Rian.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto membenarkan adanya laporan peristiwa penganiayaan terhadap Rian. Polisi tengah mengusut kasus tersebut.

"Saat ini masih dalam penyelidikan," ucap Hendra saat dihubungi via telepon.

Sipa (24) mengaku kaget dengan peristiwa yang menimpa suaminya. Sepengetahuan dia, Rian tidak memiliki permasalahan dengan siapa pun.

Menurut Sipa, sang suami aktivitas sehari-hari selepas pulang dari kantor desa atau sekitar pukul 15.00 langsung mengajar ngaji anak-anak di madrasah. "Jadi setiap pulang dari kantor langsung ngajar ngaji, kadang pulang sampai malam karena sering mengisi pengajian di masjid-masjid," tutur Sipa di RSUD Ciamis.

"Saya kaget ketika pulang dari masjid diantar oleh uwak dengan wajah yang pucat," kata Sipa menambahkan.

Sumber: Detikcom

Rabu, 28 Februari 2018

Empat Jaringan Penyebar Hoax Medsos

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipisiber) Bareskrim Polri mengungkap mekanisme kerja kelompok Muslim Cyber Army (MCA) dalam menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian. Ada 4 kelompok lain yang tergabung dalam jaringan besar ini.

Baca juga: Data dan Fakta Kasus Orang Gila Menyerang Ulama

"MCA United ini grup besar, kami identifikasi bahwa grup ini terbuka yang membernya ratusan ribu lebih dan admin 20 orang," ujar Dirtipisiber Bareskrim Polri Fadil Imran di Bareskrim Polri, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

Fadil mengatakan jaringan pertama disebut sebagai grup MCA United yang bertugas menampung seluruh postingan member MCA yang jumlahnya ratusan ribu. Di dalam grup ini terdapat 20 admin yang memviralkan hoaks dan ujaran kebencian.

"MCA United sebagai wadah menampung postingan dari member MCA yang berisi akun berita video dan gambar yang ditujukan untuk disebarluaskan," kata Fadil.

Jaringan kedua bernama Cyber Moeslim Defeat Hoaks yang bertugas melakukan setting isu dan menyebarkan secara serentak ke sejumlah media massa. Ada sebanyak 145 member dalam jaringan tertutup ini.

"Jaringan tertutup ini bertugas sebagai wadah melakukan setting isu agar dapat memenangkan opini. Jaringan ini menyebarkan hoaks secara serentak dan bergelombang. Sedang kami dalami. Isunya misalnya adanya hoaks mengenai penculikan ulama dan penyerangan ulama oleh orang gila, isu adzan, PKI bangkit yang dibuat secara bertahap," ucap Fadil.

Jaringan ketiga bernama The Family Team yang merupakan kelompok inti dan rahasia. Grup ini berisi 9 admin yang merencakan seluruh mekanisme MCA.

"Inilah dapurnya MCA, " ungkap Fadil

Ke empat, MCA juga memiliki kelompok Tim sniper yang berjumlah 177 member untuk menyerang individu atau kelompok yang dianggap lawan. Selain itu, kelompok ini juga menyebarkan isu kontra narasi untuk menyerang balik individu atau kelompok lawan.

"Tugasnya mereka melakukan report akun yang dianggap sebagai lawan untuk dilakukan take down, atau menyebarkan virus agar lawan nggak bisa operasikan gadgetnya. Atau melakukan kontra narasi kepada kelompok yang teridentifikasi sebagai lawan. Mereka yang berperan sebagai tim sniper," tutur dia.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri menangkap enam tersangka pelaku lainnya yakni ML (39) seorang karyawan yang ditangkap di Jakarta, RS (38) seorang karyawan yang ditangkap di Bali, RC yang ditangkap di Palu, dan Yus yang ditangkap di Sumedang dan Dosen UII, TAW (40) yang ditangkap di Yogyakarta.

Mereka dijerat pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau pasal Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 33 UU ITE.

Sumber: Detik.com

***

TERKAIT

Anggota MCA Sebar Hoax, Begini Fakta Pembunuhan Pria Majalengka

Majalengka - TAW (40), dosen di Yogyakarta yang juga anggota Muslim Cyber Army (MCA), ditangkap setelah menyebar berita hoax muazin Majalengka dibunuh orang gila. Lalu seperti apa kebenaran kasusnya?

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengatakan kasus pembunuhan terhadap korban bernama Bahro (ditulis TAW di Facebook Bahron) terjadi pada Kamis (15/2). Namun polisi memastikan Bahro bukan muazin dan pelaku bukan orang gila.

"Iya, korban bukan seorang muazin dan pelakunya bukan orang gila," ujar Umar via pesan singkat, Selasa (27/2/2018).

Umar mengatakan Bahro merupakan warga biasa yang tinggal di Blok Rebo RT 003 RW 002 Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka. Sementara itu, pelaku berjumlah tiga orang, yang merupakan pelaku tindak kriminal.

Umar menjelaskan kasus pembunuhan Bahro berawal saat tiga pelaku, yaitu R (40), S (40), dan JJ (44), yang telah ditangkap, merampok kediaman Bahro. Para pelaku mendapat informasi bahwa di rumah tersebut terdapat barang berharga.

"Tetapi, saat masuk ke dalam rumah, barang yang diincar tidak ditemukan. Karena sudah mencari tapi barang tidak ketemu, diduga tersangka meminta informasi dari pemilik rumah soal penyimpanan barang berharga itu," tuturnya.

Korban tidak memberitahukan tempat penyimpanan barang berharga tersebut. Hingga akhirnya pelaku menganiaya Bahro, yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Korban meninggal dunia dengan luka di wajah, ada lilitan lakban hitam di leher, pergelangan tangan kanan dan kiri serta kaki korban," katanya.

"Jadi tidak ada, informasi yang disebarkan dan diviralkan TAW tidak sesuai alias hoax," kata Umar.

Sumber: Detikcom

Sabtu, 21 Januari 2017

Ditipu Pakai Al-Quran: antara Ahok dan Habib Rizieq

Ditipu Pakai Al-Quran: antara Ahok dan Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab, dengan mengutip Al-Maidah 52, menyatakan bahwa ulama Su' adalah kalangan ulama yang suka menipu orang pakai Al-Quran dan hadits

Dalam QS Al-Maidah ayat 52 Allah berfirman: "Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka."

Baca juga: Video dan Transkrip Pidato Ahok Al-Maidah ayat 51

Ahmad Ishomuddin (Komisi Fatwa MUI): Ahok Tidak Menistakan Agama

Kepada hakim, Ahmad Ishomuddin mengaku sebagai pakar fikih dan usul fikih yang menguasai tafsir Al-Quran dan hadis. Ahmad ialah anggota PBNU dan komisi fatwa MUI, namun ia menyatakan bersikap netral dan mewakili dirinya sendiri, lapor wartawan BBC Pijar Anugerah dari persidangan.

Ahmad berpendapat bahwa kata auliya' dalam ayat 51 surat Al-Maidah bermakna ganda, namun mayoritas ahli tafsir mengartikannya sebagai "teman setia" -seperti dalam terjemahan terkini Kementerian Agama- dan bukan 'pemimpin.'

"Kalau diterjemahkan sebagai pemimpin, silakan. Namun berdasarkan riset terhadap 30 kitab tafsir, tidak satu pun saya mendapati yang bermakna pemimpin. Auliya' berarti teman setia, penolong, aliansi pembantu keperluan orang-orang beriman," kata Ahmad.

Alasan para ulama menyepakati bahwa orang beriman dilarang mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia, Ahmad menjelaskan, ialah permusuhan yang teramat sangat dan pengkhianatan di saat peperangan.

"Sabaabun nuzul (asal-usul turunannya ayat) Al-Maidah 51 ialah peperangan antara umat Islam dengan kaum Yahudi dan Nasrani pada zaman Nabi Muhammad.

"Saat itu, kaum Yahudi saling membantu untuk memusuhi Rasulullah. Demikian ini juga dilakukan Nasrani, mereka jadi teman setia satu sama lain untuk memusuhi rasul," jelas Ahmad.

Lebih jauh ketika hakim bertanya apakah itu berarti jika menjadikan orang Yahudi dan Nasrani teman setia saja tidak boleh, maka tidak boleh pula menjadikan mereka sebagai pemimpin, Ahmad menjawab penalaran tersebut keliru karena alasan hukumnya, atau ilat, tidak sama.

Terkait hal itu, Ahmad mengatakan surat Al-Maidah 51 tidak bersifat mutlak, namun hanya dapat diterapkan dalam konteks peperangan saat terjadi puncak permusuhan. Ayat tersebut bisa ditempatkan secara tidak benar jika digunakan untuk menyerang atau merendahkan lawan politik, misalnya dalam kampanye.

Ketika ditanya hakim, kapan seseorang bisa dikatakan membohongi dengan Al-Maidah ayat 51, ia menjawab, "Jika ayat itu digunakan dalam konteks pemilihan gubernur, karena ia tidak ada kaitannya dengan itu."

Meskipun merupakan anggota komisi fatwa MUI, Ahmad mengkritik sikap dan pandangan keagamaan lembaga itu yang menyatakan bahwa Ahok telah menodai agama. Ia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam penentuan sikap tersebut.

Ahmad menganggap langkah itu diambil MUI tanpa melakukan pengecekan silang kejadian sebenarnya di Pulau Pramuka dan klarifikasi kepada Ahok.

"Saya setuju poin tertentu, misalnya bahwa keharmonisan umat harus tetap terjaga, tapi pada keputusan yang merugikan orang lain tapi tidak tabayun (klarifikasi), itu yang saya tidak sependapat," katanya kepada Majelis Hakim.[]

Sumber: BBC.COM 21 Maret 2017


***

Dosen IAIN: Pidato Ahok di Pulau Seribu Murni untuk Yakinkan Warga

Dosen IAIN Raden Intan Lampung Ahmad Ishomuddin, yang dihadirkan oleh pihak terdakwa dalam persidangan, menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak bermaksud menjelekkan agama saat menyebut Surat Al-Maidah ayat 51 ketika bertemu dengan warga di Kepulauan Seribu. Ahok, menurutnya, hanya berusaha meyakinkan warga soal program kerja.

"Kata itu dimaksudkan untuk meyakinkan audiens supaya mau terima program yang ditawarkan, bukan untuk mengejek agama," ujar Ahmad, memberikan pendapat sebagai ahli dalam sidang lanjutan Ahok, di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Menurutnya, penyebutan Surat Al-Maidah ayat 51 ada kemungkinan dilakukan karena pengalaman masa lalu. Dalam persidangan pekan lalu memang disinggung soal kampanye hitam saat Ahok maju dalam Pilgub Bangka Belitung pada 2017.

"Kira-kira menurut saya itu terlintas di pikirannya pada pengalamannya di masa yang lalu," imbuh Ahmad.

Penilaian ini disampaikan Ahmad setelah menonton video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Video ini ditunjukkan saat dia diperiksa di Bareskrim Polri sebagai ahli dalam kasus penodaan agama yang menyeret Ahok.

Majelis hakim juga menanyakan tentang sikap keagamaan MUI yang dikeluarkan terkait dengan kasus Ahok. Ahmad menyoroti poin yang menyangkut pandangan MUI yang menyebut Ahok melakukan penistaan agama tanpa ada proses klarifikasi.

"Ada poin-poin yang saya setuju, seperti kedamaian antar-umat beragama harus tetap dijaga. Tapi dalam putusan-putusan yang tidak tabayun saya tidak sepakat," imbuhnya.

Sikap keagamaan MUI yang dikeluarkan pada 11 Oktober 2016, menurutnya, menjadi pegangan terkait dengan demonstrasi yang menuntut proses hukum Ahok.

"Yang saya ketahui bahwa sikap keagamaan MUI itu menjadi pemicu persoalan ini menjadi besar, karena kesimpulannya antara lain menjadi dasar diajukan ke Bareskrim, karena kesimpulannya menyatakan Pak Basuki menghina Alquran dan juga ulama," kata Ahmad.

"Padahal Pak Basuki tidak menyebut bunyi Al-Maidah 51 dan hanya menyebut orang, bisa jadi orang biasa, bisa jadi politisi, bisa jadi ulama, dan MUI tidak melakukan klarifikasi ke Kepulauan Seribu dan tidak memanggil Basuki Tjahaja Purnama untuk mengklarifikasi hal tersebut," imbuh Ahmad.

Sumber: Detik.com Selasa 21 Mar 2017

***

Mengapa Ucapan Habib Rizieq tentang Ulama Su Menipu Umat pakai Al Qur'an dan Hadist Tidak Dimasalahkan?
Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Belakangan beredar video Rizieq Shihab di You Tube dimana sang "Habib Petamburan" ini terang-terangan menuduh ada ulama su' atau "ulama bodong" yang sering menipu umat pakai Al-Qur'an dan Hadis. Silakan cari sendiri videonya, saya agak malas menampilkan di dinding FB-ku. "Ulama su' dia nipu pake Al-Qur'an. Dia nipu pake Hadis," kata sang habib.

Saya tidak tahu siapa yang Rizieq maksud sebagai "ulama su'" itu. Yang menarik adalah kenapa tidak ada gelombang protes massa umat Islam terhadap Rizieq yang jelas-jelas menuduh ada "ulama bodong" yang nipu umat pakai Al-Qur'an dan Hadis? Kenapa kaum Muslim tidak marah kemudian menggelar "demo akbar" dengan alasan Habib Rizieq telah menistakan Al-Qur'an, telah melecehkan Hadis, telah menghina Islam, dst?

Kenapa tidak ada yang menggelar "jihad konstitusional" untuk melawan Rizieq Shihab? Kenapa tidak ada yang melaporkan Rizieq ke pihak berwajib dengan tuduhan "penistaan agama"? Kenapa pula tidak ada ustad yang mewek-mewek menangis sambil nampang di TV karena Rizieq telah mencemarkan nama baik ulama?

Sebaliknya, kenapa publik Muslim hanya marah besar kepada Ahok? Padahal si koh ini "cuma" bilang "dibooingin pake itu ayat". Bandingkan dengan Pak Rizieq yang rombongan bilang "ulama bodong", Al-Qur'an, dan Hadis.

Anda tahu kenapa? Karena Ahok Kristen (non Muslim) sementara Rizieq seorang Muslim. Dengan kata lain, bukan "apa" tapi "siapa" yang mereka persoalkan. Persoalan utamanya bukan "apa yang dikatakan" tetapi "siapa yang mengatakan". Jadi "jihad konstitusional" dan demonstrasi akbar yang mereka lakukan itu sebetulnya bukan untuk "membela Islam". Kalau mereka betul-betul tidak terima "Islam dinistakan", mereka akan melakukan hal yang sama dengan Rizieq.

Ini persis seperti demonstrasi massa publik Muslim di Indonesia yang begitu heroik atas kekerasan di Palestina, Bosnia, Burma/Myanmar, atau Mindanao dengan alasan "membela Muslim" tetapi pada saat yang sama mereka "pura-pura pikun bin rabun" dengan perang, kekerasan, dan kekejaman yang terjadi di Irak, Afganistan, Suriah, Yaman, Mesir, Sudan, dlsb. Sebabnya jelas. Karena pelaku kekerasan di Palestina, Bosnia, Burma atau Mindanao itu "si kapir" sementara pelaku kekerasan di Irak, Afganistan, Suriah, Yaman, Mesir, Sudan, dlsb itu "si Muslim".

Nah, sekarang jelas kan? Jadi jangan mau "diboongin" lagi oleh para "makelar politik" dan "pedagang agama" itu.

Jabal Dhahran, Arabia**

Sumber : facebook Sumanto Al Qurtuby

VIDEO Habib Rizieq: Ulama Su' Menipu Pakai Al Quran dan Hadits



***

Komentar Ketua Umum PBNU Soal Ahok dan Surat Al Maidah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj angkat bicara soal soal polemik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut "dibohongi pakai surat Al Maidah ayat 51".

Menurutnya, jika tak ada niat untuk melecehkan umat Islam maka pernyataan Ahok harus dimaafkan.

Apalagi Ahok sudah meminta maaf.

"Bagi siapapun dalam pernyataannya melecehkan salah besar, tapi kalau tidak niat itu tidak disengaja jadi harus dimaafkan," kata Said kepada wartawan di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016).

Sebaliknya, jika Ahok memang berniat melecehkan umat Islam, maka pemerintah dan aparat harus memberikan sanksi tegas.

Aqil juga berharap agar kejadian serupa tak terulang menjelang Pilgub.

"Tapi kalau niat, itu harus ada sanksi. Kalau saya memaafkan. Kalau ada orang tak sengaja, keseleo lidah, kami maafkan," katanya.

Sumber: POSBELITUNG.COM 11 Oktober 2016


***

Video dan Transkrip Pidato Ahok Al-Maidah ayat 51

Video dan Transkrip Pidato Ahok Al-Maidah ayat 51
Berikut transkrip lengkap pembicaraan Ahok di Kepulauan Seribu :

Gubernur DKI: Assalamu alaykum warohmatullohi wa barokatuh bapak ibu.
Hadirin: (menjawab)

Gubernur DKI
jadi, yang saya hormati, anggota DPR RI, …. pil DKI, anggota DPRD DKI, ada pak bupati, tentu juga kepala dinas, kepala Biro, bapak-bapak dari kelautan perikanan ya? tentu, semua tokoh masyarakat yang hadir di tempat ini, tidak bisa saya sebut satu persatu. Sekali lagi selamat pagi semua. (hadirin menjawab)

Saya, kalau ke pulau seribu, saya bilang saya pasti ingat kampung saya. (tepuk tangan hadirin).

Waktu saya turun, saya lihat pak lurah, saya panggil pak kades, karena tahunya kades. nah, saya waktu jadi bupati, saya memimpikan … itu .. budidaya. karena .. sekarang manusia ini mangkin lama, mangkin banyak. kita daratan gak cukup buat piara makan manusia. bapak ibu yang kerja nelayan, yang jadi nelayan, tidak mungkin kita terus melakukan proses penangkapan ikan juga. gak ada cerita itu. seluruh dunia sudah berbicara budidaya.

[ucapan tidak penting di potong di sini ...]

kalo tiga belas milyar sebulan dibikinin tambak, (hadirin tepuk tangan) wah, sampai bingung nyari orang. bener pak bupati. saya aja juga ngancam pak bupati. kalo bupati kerja gak bener nih, gue mau bubarin bupati di Belitung, eh, di pulau Seribu. gue jadiin camat aja di sini. ngapain piara bupati gak ada guna, ya gak? (hadirin bersorak “betul” dan tepuk tangan) gue mau bubarin. jadi pulau Seribu kita minta, tapi — DPR, ubah undang-undangnya. DKI Jakarta tidak ada kabupaten pulau Seribu. orang cuma dua puluh ribu kurang lebih, ngapain diurusin orang gak gitu banyak. ngabisin ratusan milyar. mendingan semua gue kirimin duit mentahnya ke orang pulau Seribu. daripada urusan — pejabat.

ini pikiran-pikiran dagang aja, saya nih orang dagang, saya pikir dagang aja. sekarang anggaran berapa pulau Seribu? empat ratus M? satu trilyun? empat ratus M. empat ratus milyar setahun. orang pulau Seribu cuma dua puluh ribuan ya? dua puluh empat ribu. kalo gue bagi sepuluh juta, dua ratus empat puluh m. ya lah setahun gue kasih dua puluh juta satu orang, wa lu makmur semua luh. bubarin kabupatennya. (hadirin tertawa) tapi gak beneran lo. kita bernegara … cuma kalo dia macam-macam, gue lakuin nih. (hadirin tertawa) nah ini jadi kita saling jaga. jadi bapak ibu juga gak usah kuatir.

Video dan Transkrip Pidato Ahok Al-Maidah ayat 51

ini pemilihan kan dimajuin, jadi kalo saya tidak terpilih pun bapak ibu, saya berhentinya oktober 2017. jadi kalo program ini kita jalankan dengan baik pun, bapak ibu masih sempat panen sama saya. sekalipun saya tidak terpilih jadi gubernur. jadi saya ingin ceritanya bapak ibu semangat. jadi gak usah pikiran, ah, nanti kalo gak kepilih, pasti, Ahok programnya bubar. gak, saya sampai oktober 2017.

jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, gak bisa pilih saya, ya — dibohongin pake surat Al Maidah surat 51 macam-macam gitu lho. itu hak bapak ibu. ya.

jadi kalo bapak ibu, perasaan, gak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, gak papa. karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. program ini jalan saja. ya jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak, dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok. gak suka ama Ahok. tapi programnya, gue kalo terima, gue gak enak dong ama dia, gue utang budi. jangan. kalo bapak ibu punya perasaan gak enak, nanti mati pelan-pelan lho kena struk. (hadirin tertawa) jadi ang.. bukan anggap. ini semua adalah hak bapak ibu sebagai warga DKI. kebetulan saya gubernur mempunyai program ini. jadi tidak ada hubungannya dengan perasaan bapak ibu mau pilih siapa. ya, saya kira itu. kalo yang benci sama saya, jangan emosi, terus dicolok, waktu pemilihan, colok foto saya. wah, jadi kepilih lagi saya. (hadirin tertawa) jadi kalau benci sama saya, coloknya musti berkali-kali baru batal. pi kalo cuma sekali, eh kepilih lagi lu gua. saya kira itu, jadi silahkan kalo mau tanya, terima kasih.

Moderator
Terima kasih pak gubernur. silahkan, dari bapak ibu atau rekan-rekan, mungkin ada yang mau tanya……

Sumber

***

Transkrip potongan pidato Ahok versi Buni Yani

"Bapak-ibu (pemilih muslim)...dibohongi Surat Al Maidah"...(dan) masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi,"

***

Berita dari Detik.com

Buni Yani Akui Salah Transkrip Ucapan Ahok Soal Surat Al Maidah Ayat 51

Jakarta - Demo massa 4 November ini tak terlepas dari postingan tulisan Buni Yani di Facebook saat mengunggah video Ahok soal Surat Al Maidah ayat 51. Buni Yani sendiri sebenarnya sudah mengakui bahwa dirinya salah mengutip ucapan Ahok. Bagaimana ceritanya?

Masalah ini berawal saat Buni Yani memposting video Ahok yang tengah berbicara di hadapan warga di Kepulauan Seribu. Di postingan video itu, dia juga memasukkan tulisan bernada provokatif. Begini tulisan Buni Yani di video yang diunggahnya tersebut:

"Penistaan terhadap agama?

"Bapak-ibu (pemilih muslim)...dibohongi Surat Al Maidah"...(dan) masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi,"

"Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini."

Demikianlah postingan tulisan Buni Yani yang diunggahnya ke Facebook pada Kamis (6/10/2016) lalu. Postingan video dan tulisan Buni Yani itu pun langsung viral. Terjadi pro dan kontra di kolom komentar postingannya itu.

Banyak umat Islam yang emosinya tersulut setelah melihat postingan Buni Yani itu. Postingan itu pun jadi viral karena dishare netizen ke berbagai media sosial lainnya.

Namun saat itu, sejumlah orang juga memprotes keras Buni Yani. Mereka keberatan karena menilai Buni Yani 'memelintir' ucapan Ahok. Tulisan Buni Yani di Facebook itu tidak sesuai dengan ucapan Ahok, apalagi videonya tidak dimuat utuh.

detikcom sendiri telah melihat video Ahok di Kepulauan Seribu saat bicara soal Surat Al Maidah ayat 51 itu secara utuh. Di video itu, Ahok memang tidak ada menyebut 'dibohongi Surat Al Maidah', namun 'dibohongi pakai Surat Al Maidah'.

"Jadi enggak usah pikiran 'Ah nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya bubar'. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa-red). Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak ibu enggak usah merasa enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok, enggak suka sama Ahok nih," demikian petikan ucapan Ahok saat itu.

Baca juga: Ini Video Utuh Ahok Pidato Singgung Surat Al Maidah 51 yang Jadi Polemik

Di acara Indonesia Lawyers Club TVOne pada Selasa (11/10) lalu, Buni Yani sudah bicara soal awal mula dirinya memposting video Ahok dan juga tulisannya di video itu.

Di acara tersebut Buni Yani mengisahkan, saat pulang ke rumah dan hendak mandi pada Kamis (5/10), dirinya membuka Facebook. Di timeline-nya muncul tautan dari akun Media NKRI soal video Ahok di Kepulauan Seribu. Di video itu ada tulisan pengantar 'Ahok mengatakan ada kebohongan pada Al Maidah Ayat 51, bagaimana menurut Anda?'

"kemudian tertarik saya dengan pengantar ini. Lalu saya coba klik video tersebut, setelah saya klik memang betul. Itu luar biasa menarik. saya berulang-ulang dengar rupanya ada sesuatu yang sangat sensitif yang dikatakan oleh sumber tersebut dan yang mengatakannya adalah pejabat tersebut (Ahok). Sebagai seorang wartawan dan peneliti media, ini kelihatannya saya harus share ke orang bahwa ada lho seorang pejabat publik yang kita gaji, kita ongkosi program-programnya kemudian dia menyinggung sesuatu yang kelihatannya kurang...dalam pandangan saya mestinya tidak dikatakan karena sensitif," kata Buni Yani.

Meski menyatakan telah mendengar rekaman video Ahok berulang-ulang, Buni Yani mengakui bahwa dirinya salah mentranskrip ucapan Ahok. Dia mengakui Ahok memang tidak ada menyebut 'dibohongi Surat Al Maidah', namun 'dibohongi pakai Surat Al Maidah'.

"Jadi karena saya tidak menggunakan earphone jadi itu enggak ketranskrip. Tapi tadi saya lihat memang ada kata pakai, saya mengakui kesalahan saya sekarang," ucap Buni Yani.

"Tetapi, meskipun saya mengakui kesalahan saya persoalan kata pakai, secara semantik bahwa tetap di sana ada unsur sensitif yang mestinya tak diucapkan oleh pejabat publik," imbuhnya.

***

Tanggapan Tokoh

Syafi'i Maarif: Pendiri Maarif Institute dan mantan Ketua Muhammadiyah

Jakarta - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif atau Buya Syafii menilai Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak melecehkan Alquran berdasarkan rekaman video yang utuh.

"Secara utuh pernyataan Ahok telah saya baca," kata Syafii di Jakarta, Senin 7 November 2016.

Syafii mengatakan publik harus memperhatikan lebih detail pernyataan Ahok saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu karena tidak ada ucapan yang melecehkan Alquran.

"Ahok tidak mengatakan Al Maidah (ayat 51) itu bohong," ujar Syafii, seperti dikutip dari Antara.

Ahok, menurut Syafii, mengkritisi orang yang menggunakan Alquran untuk membohongi masyarakat agar tidak memilih petahana gubernur itu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Terkait fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Syafii menuturkan lembaga tersebut harus menjaga martabat melalui fatwa berdasarkan analisa yang jernih, cerdas dan bertanggung jawab.

Syafii mengungkapkan bentuk konkret dari fatwa MUI yakni aksi damai dari Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF) MUI yang berujung rusuh di sekitar Silang Monas Jakarta pada Jumat (4/11).

Tokoh agama itu berpesan agar masyarakat tidak mengorbankan kepentingan bangsa dan negara untuk urusan kelompok melalui fatwa MUI.

Sumber: Liputan6.com.


***

Video Potongan Pidato Ahok Terkait Al-Maidah 51



Buni Yani mengaku salah transkrip video Ahok soal Al Maidah 51

Senin, 14 November 2016

Beda Ibid, Op.cit, Loc.cit

Perbedaan Ibid, op. cit, loc. cit di Dalam Catatan Kaki

Ibid (bahasa Latin, kependekan dari ibidem, maknanya "di tempat yang sama") adalah sebuah catatan kaki (footnote) atau catatan akhir (endnote) yang menerangkan bahwa catatan tersebut sama dengan catatan yang ada sebelumnya atau catatan yang berada di atasnya secara langsung tanpa disela-sela dengan kutipan dari sumber lain. Sama saja catatan/kutipan kedua itu berada di halaman yang sama, atau halaman yang berbeda. Apabila catatan kedua berada di halaman berbeda, maka ada tambahan nomor halaman yang dikutip.

Contoh:

[1] A. Fatih Syuhud, Keluarga Sakinah (Malang: Pustaka Al-Khoirot, 2013), hlm. 23.
[2] Ibid. (di halaman yang sama )
[3] Ibid., hlm. 29. (di halaman berbeda)
[4] A. Alhazred, The Necronomicon (Petrus de Dacia, 1994).
[5] Ibid. 1, 34.

Op. cit (bahasa latin, singkatan dari opere citato, artinya, "pada karya tulis yang disebut"). Op.cit.
adalah sebuah catatan kaki yang menerangkan bahwa catatan tersebut diselingi oleh catatan kaki yang lain.

Loc. cit (bahasa Latin, singkatan dari loco citato, artinya "di tempat yang disebut") adalah sebuah catatan kaki yang menerangkan bahwa catatan tersebut menunjukkan halaman yang sama dari salah satu sumber yang telah disebutkan di atasnya. Loc.cit merujuk pada sumber kutipan yang sama baik dari segi nama penulis, buku/artikel yang ditulis, dan nomor halaman.

Contoh 1:

[6] A. Fatih Syuhud, Rumah Tangga Bahagia (Pustaka Al-Khoirot, Malang, 2014), hlm. 24.
[7] Loc.cit

Pada contoh 1 di atas, loc. cit. pada referensi #7 merujuk pada referensi #6 secara keseluruhan, termasuk nomor halaman. Catatan: loc. cit. ditulis dalam huruf kapital dalam contoh ini.

Contoh 2:

[9] A. Fatih Syuhud, Meneladani Akhlak Rasul (Pustaka Al-Khoirot, Malang, 2015), hlm. 30.
[10] G. Wiki, "Blah and its uses" (Blah Ltd., Old York, 2000), p. 12.
[11] Syuhud, loc. cit.

Dalam contoh 2 di atas, loc. cit. dalam referensi no. 11 merujuk pada referensi no. 9 (dengan menyebut nama penulis), meliputi judul buku/tulisan dan nomor halaman.


Contoh dari beberapa catatan kaki yang menggunakan ibid, op. cit, dan loc. cit :

[1] A. Fatih Syuhud, Wanita Muslimah Wanita Modern, (Pustaka Al-Khoirot, Malang, 1999), hlm. 8.
[2] Ibid., hlm. 15
[3] Ismail Marahimin, Menulis secara Populer, Pustaka Jaya, Jakarta, 2001, hlm 46.
[4] Soedjito dan Mansur Hasan, Keterampilan Menulis Paragraf, Remaja Rosda Karya, Bandung, hlm. 23.
[5] Syuhud, op. cit. hlm 8
[6] Ismail Marahimin, loc. cit.
[7] Soedjito dan Mansur Hasan, loc. cit.
[8] Syuhud, loc. cit.

Senin, 10 Oktober 2016

Keyboard Key @ swapped with Double Quote Windows 10

the double inverted commas key (") has swapped with the commercial at key (@) what to do? It also happens to Windows 8, windows 7.

Solution 1

check your enabled/selected keyboard layouts under Settings > Time & Language > Region & Language, or using the keyboard layout switcher in the Task Bar.

deleting the UK keyboard & rebooted. The system found the US keyboard & all is well.

Solution 2

My problem is that " and @ are switched on my keyboard. I have tried changing from a US to UK layout but it does not work.

Answer

1. Go to your control panels language settings

2. Go into your preferred languages options

3. Add US as the input method

Solution 3

So if your @ and " are swapped the more precise advice to assist you is:

If you want @ above the 2 install a US keyboard.
If you want "above the 2 install a UK keyboard.

Solution 4

keyboard I recently installed windows 8 and the quote marks " -- and the @ sign are transposed

Answer

The keyboard layout setting does not match your location.

Go to Control Panel\Clock, Language and Region and make sure your region and language are set correctly for your location.

or

go to Control Panel, find the area where the languages are shown (only ONE will have the button filled in) the other buttons will be "not filled in". So find that area, and DELETE all the languages that you do NOT want (I believe there is a choice to "remove" by each one). Only keep the ONE that you want, and fill in its button, so that your computer cannot have a mind of its own, and choose another of those languages. I did this, and my problem went away. My hunch is that when Windows does an "update" it resets your "language preference" to something that Windows prefers (and not what you prefer). This is very very odd, I've never seen anything like it in any other o/s systems. You have to "fool Windows" into thinking that there are no other languages to choose from

Rabu, 20 Mei 2015

Panduan Feedburner


Google Feedburner


Panduan Cara Membuat akun dan Feed Feedburner. Feedburner adalah sistem manajemen feed yang bertujuan membuat feed suatu blog/situs dapat lebih dioptimalkan fungsinya. Seperti membuat buzzboost dan lain-lain tujuannya supaya feed kita dapat berfungsi lebih optimal. Misalnya, untuk membuat newsletter (mailing list), buzzboost, iklan adsense for feed, dll.

DAFTAR ISI
  1. Cara Membuat Feedburner
  2. Cara Buat Formulir Berlangganan Email Feedburner
  3. Cara Update Status Twitter Otomatis dengan Feedburner
  4. Mengalihkan Feed Blogger ke Feedburner




CARA MEMBUAT FEEDBURNER

1. Memiliki akun Gmail atau akun Google lainnya.
2. Setelah memiliki akun Gmail, ikuti langkah berikut:

1. Kunjungi Feedburner.google.com dan masuk dengan nama dan password akun Gmail.

2.
a. Pada "Burn a feed right this instant." -> masukkan feed blog Anda.
Contoh, http://farzanesfandiar.blogspot.com/feeds/posts/default
atau alamat url blog Anda
Contoh, http://farzanesfandiar.blogspot.com


b. Klik "Next". Ada pesan "Give your feed its title and feedburner.com address:"
(i) Pada Feed Title, beri judul.
(ii) Pada Feed Address: beri alamat yg disukai yang belum dipakai orang (ini penting dan tidak bisa dirubah).
Contoh, newbornbabyblogger


3. Klik Next.
a. Klik "Skip directly to feed management" (paling bawah).
b. Selesai.
Alamat Feedburner kita adalah http://feeds.feedburner.com/nama-pilihan-anda
Contoh, http://feeds.feedburner.com/alkhoirotnet
c. Simpan alamat feedburner tersebut di notepad.



CARA BUAT FORMULIR BERLANGGANAN EMAIL FEEDBURNER

Berlangganan Email Feedburner

Bagaimana cara membuat Formulir Berlangganan (email subscription) dengan Feedburner
Oleh Ponpes Al-Khoirot Multimedia

Di sidebar situs ini ada form kotak berlangganan via Email, apa itu?


Itu newsletter atau milis (mailing list) dibuat dengan kode javascript yang diambil dari Feedburner.

Apa tujuannya?

Membangun jaringan atau komunitas yang loyal. Supaya pengunjung yang datang ke situs kita--dan berlangganan dengan memasukkan emailnya ke kotak yang tersedia-- dapat membaca tulisan terbaru kita via email.

Bagaimana cara buatnya?

Pertama, buat akun Feedburner. Klik di sini untuk panduan cara buat akun Feedburner.
Kedua, integrasikan RSS Feed blog/situs Anda dengan Feedburner..

Saya sudah punya akun Feedburner dan RSS Feed blog saya sudah diintegrasikan dengan Feedburner

Kalau begitu, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Masuk ke Feedburner.google.com
2. Klik link feed Anda -> Publicize -> Email Subscription -> Activate (paling bawah)

3. Copy kode yang ada dan masukkan ke Rancangan -> Tambah Elemen -> Javascript/HTML di blogger.com Anda.


4. Klik Simpan. Selesai.

Saya punya blog di Wordpress.com, dapatkah kode tersebut ditaruh di sana?

Tidak bisa. Kode tersebut hanya bisa dimasukkan di blogger.com atau Wordpress yang hosting sendiri.

Terima kasih saya sudah berhasil membuatnya. Dapatkah isi pesan di email subscription itu memakai bahasa Indonesia?

Bisa.

1. Di bawah Email Subscription -> klik Communication Preferences
2. Pada Confirmation Email Body -> ganti pesan di situ dengan bahasa Indonesia.
3. Klik Save.

Oh ya, hati-hati waktu merubah bahasa jangan sampai membuang kode ${confirmlink}

Kenapa?

Itu kode untuk konfirmasi bagi yang hendak berlangganan udpate blog kita via email.

Satu lagi, waktu merubah bahasa pesan, sebaiknya menerjemah dari bahasa Inggris-nya supaya tidak salah.


CARA UPDATE STATUS TWITTER OTOMATIS DENGAN FEEDBURNER

Cara update Status Twitter Otomatis dengan Feedburner

Bagaimana cara update status Twitter otomatis dari posting blog kita?

Banyak cara. Salah satunya via Feedburner.

Bagaimana caranya?

Pertama, buat akun/account Feedbuner. (klik di sini kalau belum)

Kedua, integrasikan/arahkan RSS Feed blog anda ke Feedburner (klik di sini kalau belum)

3. Aktivasi account Twitter di Feedburner dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

a. Klik Publicize -> Socialize
b. Klik Add Twitter account -> masuk ke akun Twitter anda (kalau belum punya buat dulu)
c. Klik Activate untuk mengaktifkan fasilitas ini.
d. Selesai. Lihat foto/gambar klik untuk memperbesar.


Mulai sekarang,setiap ada posting/artikel baru di blog anda, maka sekaligus akan terkirim ke Twitter sebagai update status. Lihat contohnya di gambar/foto bawah:



MENGALIHKAN FEED BLOGGER KE FEEDBURNER

Feedburner redirect

Bagaimana Cara Mengalihkan / Mengarahkan Feed Blogger ke Feedburner
Oleh Ponpes Al-Khoirot Multimedia

Saya sudah buat Feedburner sesuai panduan buat Feedburner. Dapatkah feed blog diintegrasikan ke Feedburner?

Iya, dapat.

Bagaimana caranya?

Ikuti langkah berikut:

1. Masuk ke blogger.com
2. Klik Pengaturan -> Feed Situs
3. Pada "Posting URL Pengubahan Arah Feed" -> masukkan feed Feedburner Anda.
Contoh http://feeds.feedburner.com/alkhoirotnet
4. Klik "Simpan Setelan". Selesai.

Apa yang terjadi setelah penyetelan ini?

Apabila ada orang mengunjungi feed Blogger, maka ia akan secara otomatis diarahkan ke Feedburner.