Sabtu, 16 Februari 2019

Menyikapi Perilaku Habaib

Sebagai Muslim kita harus menghormati sekaligus mencintai keluarga dan keturunan Rasulullah ﷺ yang disebut Ahlul Bait. Rasulullah memang mengimbau agar umatnya menghormati dan mencintai keluarga dan keturunannya. Hal ini karena Ahlul Bait memang memiliki kemuliaan tersendiri sebagai kerabat Rasulullah. Namun apabila di antara mereka ada yang menyimpang dari jalan leluhurnya, hendaklah ada yang menasihatinya.

Imbauan seperti itu sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang ulama sekaligus habib yang merupakan dzurriah Rasulullah ﷺ asal Tarim Hadramaut Yaman, yakni Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad (1634-1720 M) dalam kitabnya berjudul Al-Fushul al-‘Ilmiyyah wal Ushul al-Hikamiyyah, (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 89 ) sebagai berikut:

لأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم شرف، ولرسول الله صلى اللهعليه وسلم بهم مزيد عناية وقد أكثر على أمته من الوصيّة بهم والحث على حبّهم ومودتهم. وبذالك أمرالله تعالى في كتابه في قوله تعالى: "قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى" .(الشورى، ٢٣) ـ
Artinya: “Ahlul Bait memiliki kemuliaan tersendiri, dan Rasulullah telah menunjukkan perhatiannya yang besar kepada mereka. Beliau berulang-ulang berwasiat dan mengimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka. Dengan itu pula Allah subhanahu wataála telah memerintahkan di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya: “Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintan kalian pada kerabatku.” (QS 42:23).

Dari kutipan di atas dapat ditegaskan bahwa kaum Muslimin memang harus menghormati dan mencintai Ahlul Bait bukan saja karena kekerabatan mereka dengan Rasulullah ﷺ, tetapi juga karena Allah telah memerintahkan kepada beliau untuk berseru kepada umatnya agar mencintai kerabat beliau. Dengan kata lain perintah untuk mencintai Ahlul Bait merupakan perintah dari Allah subhanahu wataála. Rasulullah sebagai pemimpin kaum Muslimin tidak meminta balasan apa pun dari umatnya kecuali kecintaan mereka kepada keluarga dan keturunan beliau.

Namun Sayyid Abdullah Al-Haddad mengingatkan agar dalam memberikan penghormatan dan kecintaan kepada Ahlul Bait, kaum Muslimin bersikap wajar dan tidak berlebih-lebihan. Hal ini sebagaimana ditegaskannya dalam kutipan berikut:

فعلى كافة المسلمين أن يعتقدوا حبّهم ومودتهم، وان يوقّروهم ويعظّموهم من غير غلوّ ولا إسراف.
Artinya: “Seluruh kaum Muslimin hendaknya memastikan kecintaan dan kasih sayang mereka kepada Ahlul Bait, serta menghormati dan memuliakan mereka secara wajar dan tidak berlebih-lebihan.”

Terhadap Ahlul Bait yang menyimpang dari apa yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, Sayyid Abdullah Al-Haddad mengimbau agar mereka tetap dihormati semata-mata karena mereka adalah kerabat Nabi Muhammmad ﷺ dengan tidak meninggalkan perlunya memberikan nasihat kepada mereka sebagaimana kutipan berikut:

وأما من كان من أهل هذا البيت ليس على مثل طرائق أسلافهم الطاهرين، وقد دخل عليهم شيئ من التخليط لغلبة الجهل، فينبغي أيضا أن يعظّموا ويحترموا لقرابتهم من رسول الله الله صلى الله عليه وسلم. ولا يدعوا المتأهل للنصيحة نصحهم وحثّهم على الأخذ بما كان عليه سلفهم الصالح, من العلم والعمل الصالح، والأخلاق الحسنة والسيرالمرضية.
Artinya: “Adapun mereka yang berasal dari keluarga dan keturunan Rasulullah ini yang tidak menempuh jalan leluhur mereka yang disucikan, lalu mencampur adukkan antara yang baik dan yang buruk disebabkan kejahilannya, seyogyanyalah mereka tetap dihormati semata-mata karena kekerabatan mereka dengan Nabi ﷺ. Namun siapa saja yang memiliki keahlian atau kedudukan untuk memberi nasihat, hendaknya tidak segan-segan menasihati dan mendorong mereka kembali menempuh jalan hidup para pendahulu mereka yang saleh-saleh, yang berilmu dan beramal kebajikan, berakhlak terpuji dan berperilaku luhur.” (Lihat hal. 90).

Dari kutipan di atas, dapat diketahui bahwa dalam masyarakat tidak tertutup kemungkinan ada dari Ahlul Bait yang berperilaku tidak sebagaimana dicontohkan para leluhurnya khususnya Rasulullah ﷺ. Kepada Ahlul Bait yang seperti itu Sayyid Abdullah Al-Haddad mengimbau agar siapa pun yang memiliki kepasitas keilmuan dan kewenangan untuk tidak segan-segan memberikan nasihat dengan tetap bersikap hormat dan cinta kepada mereka secara wajar.

Nasihat-nasihat yang hendaknya disampaikan kepada mereka adalah perlunya kembali menempuh jalan hidup sebagaimana para pendahulu yang berilmu dan beramal saleh serta berakhlak mulia sebagaimana dicontohkan Baginda Rasulullah ﷺ. Imbauan dari Sayyid Abdullah Al-Haddad ini sekaligus merupakan jawaban atas adanya sikap sebagian kaum Muslimin yang menganggap bahwa jika ada dari Ahli Bait yang melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari agama, mereka tidak perlu diingatkan karena menganggap Rasulullah sudah pasti akan memberinya syafaat di akhirat kelak.

Sayyid Abdullah Al-Haddad tidak setuju atas anggapan seperti itu sebagaimana kutipan berikut:

فيقول هؤلاء أهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم، ورسول الله شفيع لهم، ولعل الذنوب لا تضرهم، وهذا قول شنيع، يضر القائل به نفسه، ويضر به غيره من الجاهلين، وكيف يقول أحد ذالك وفي كتاب الله العزيز ما يدل غلى اهل أن أهل البيت يضاعف لهم الثواب على الحسنات، والعقاب على السيئات.
Artinya: “Ada yang mengatakan,”Biarlah, mereka adalah dari Ahlul Bait, Rasulullah ﷺ pasti akan bersyafaat kepada mereka, dan mungkin pula dosa-dosa yang mereka lakukan tak akan menjadi mudarat atas mereka.” Sungguh ini adalah ucapan yang amat buruk, yang menimbulkan mudarat bagi si pembicara sendiri dan bagi orang-orang lainnya yang tergolong kaum jahil. Bagaimana bisa seseorang berkata seperti itu, sedangkan dalam Al-Qurán, Kitab Allah yang mulia terdapat petunjuk bahwa anggota keluarga Rasulullah dilipat gandakan bagi mereka pahala amal baiknya, demikian pula hukuman atas perbuatan buruknya.” (Lihat hal. 88).

Sangat jelas bahwa Sayyid Abdullah Al-Haddad tidak setuju terhadap anggapan bahwa orang-orang tertentu seperti Ahlul Bait memiliki kekebalan hukum atas hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah subhanahu wataála disebakan kemuliaan nasabnya yang bersambung kepada Rasulullah. Ulama yang diyakini sebagai pembaharu abad 11 hijriyah ini menyebut orang yang memiliki anggapan seperti itu telah melakukan perbuatan dusta tentang Allah subhanahu wataála serta menyalahi ijma’ seluruh kaum Muslilimin. (Lihat hal. 89).

Sebelumnya pada halaman 87, Sayyid Abdullah Al-Haddad mengutip sebuah hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dari Abu Hurairah. Hadits itu berisi peringatan kepada putri beliau bernama Sayyidah Fathimah agar tidak mengandalkan pembelaan dari ayahnya di hadapan Allah subhanu wa taála sebagai berikut:

يا فاطمة بنت ممدs لا أغني عنكِ من الله شيئا.

Artinya: “Hai Fathimah binti Muhammad, sungguh aku takkan cukup sebagai pembelamu di hadapan Allah.”

Jadi sekali lagi, ada kewajiban bagi kaum Muslimin untuk menghormati dan mencintai Ahlul Bait karena mereka memiliki kekerabatan dengan Rasulullah ﷺ. Perintah ini memiliki dasar di dalam Al-Qur’an, surat Asy-Syura, ayat 23. Disamping itu ada kewajiban lain bagi orang-orang tertentu yang memiliki kapasitas untuk menasihati jika ada dari mereka berbuat kemaksiatan dan berperilaku tercela. Perbuatan dosa yang mereka lakukan akan dilipat gandakan hukumannya. Namun cara menasihati mereka harus tetap baik dan hormat karena bagaimanapun mereka adalah dzurriah Rasulullah ﷺ.


Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.

Sumber: NU.OR.ID

Kamis, 07 Februari 2019

Prosedur Sertifikasi Tanah Wakaf

Dasar Hukum
  1. Fiqh Wakaf
  2. Undang-Undang No 41 Tahun 2004 tentang WAKAF
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan UU No 41 Tentang WAKAF
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 28Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik
  5. Instruksi Menteri Agama No. 15 Tahun 1989 tentang pembuatan Akta Ikrar Wakar dan Persertifikatan tanah wakaf.
  6. Instruksi Menteri Agama dan Kepala BPN No. 04 tahun 1990 – No. 24 Tahun 1990 tentang Sertifikat Tanah Wakaf.
  7. Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Kepala BPN No. 422 dan No. 3/SKB/2004, tentang Sertifikat Tanah Wakaf

TAHAP-TAHAP IKRAR WAKAF & SERTIPIKASI TANAH WAKAF
1.    Calon Wakif (orang yang ingin mewakafkan) melakukan musyawarah dengan keluarga untuk mohon persetujuan untuk mewakafkan sebagian tanah miliknya.
2.    Syarat tanah yang diwakafkan adalah milik Wakif baik berupa pekarangan, pertanian (sawah-tambak) atau sudah berdiri bangunan boleh berupa tanah dan bangunan prduktif, atau bila tanah negara sudah dikuasai lama oleh nadzir/pengurus lembaga sosial-agama dan berdiri bangunan sosial-agama.
3.    Calon Wakif memberitahukan kehendaknya kepada Nadzir (orang yang diserahi mengelola harta benda wakaf) di  Desa/Kelurahan atau Nadzir yang ditunjuk.
4.    Nadzir terdiri dari
a.    Nadzir Perorangan biasa disebut Nadzir Desa/Kelurahan atau Nadzir yang ditunjuk (Minimal 3 orang maksimal 5 orang berdomisili KTP di kecamatan wilayah tempat Objek Wakaf)
b.    Nadzir Organisasi contoh Pengurus NU atau Pengurus Muhammadiyah di tingkat kecamatan atau kabupaten.
c.    Nadzir Badan Hukum (memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku)
5.    Calon Wakif dan Nadzir memberitahukan kehendaknya kepada Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) yaitu Kepala KUA yang mewilayahi tempat objek wakaf guna merencanakan Ikrar Wakaf dengan membawa bukti asli dan foto copy kepemilikan (Sertipikat Hak, HGB, Petok atau Keterangan Tanah Negara (yang sdh dikuasai Lembaga Sosial dan didirikan bangunan sosial)
6.    Bila objek yang diwakafkan berasal dari sertipikat hak milik yg dipecah (tidak diwakafkan keseluruhan) maka perlu dipecah dulu sesuai dengan luas yang diwakafkan (proses pemisahan/[emecahan sertipikat di BPN). Bila dari tanah yasan/bekas hak adat, atau dari tanah Negara perkiraan luas yang diwakafkan mendekati luas riel,
7.    Calon Wakif & Nadzir memenuhi persyaratan administrasi yang dibutuhkan (lihat lampiran persyaratan administrasi) Diusakan persyaratan administrasi telah lengkap sebelum dilaksanakan Ikrar Wakaf
8.    Setelah persyaratan diperiksa dan cukup memenuhi syarat, Ikrar Wakaf dilaksanakan di depan PPAIW dan diterbitkan Akta Ikrar Wakaf (untuk wakaf baru/wakifnya masih ada) atau Akta Ikrar Pengganti Ikrar Wakaf (untuk wakaf telah lama dilakukan oleh wakif dibawah tangan dan wakifnya telah meninggal dunia, ahli waris hanya mendaftarkan wakaf)
9.    Nadzir atau orang yang ditunjuk mendaftarkan Tanah Wakaf ke Kantor BPN setempat untuk mendapatkan sertipikat Tanah Wakaf sesuai dengan persyaratan yang ada. (lihat gambar tahapan sertipikai tanah wakaf)


PERSYARATAN ADMINISTRASI PROSES SERTIPIKASI TANAH WAKAF

Dari Tanah Yasan/Petok D

  1. Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga  Wakif dilegalisir  kepala desa/kelurahan  atau camat
  2. Foto Copy KTP Nadzir  dilegalisir kepala desa/kelurahan
  3. Asli Petok D atau yang sejenis (SPOP, surat girik dll). Bila tidak ada/hilang diganti keterangan pernyataan kehilangan dari yang bersangkutan/ahli waris diketahui kepala desa.kelurahan dan dua orang saksi. Diupayakan ada surat kehilangan dari kepolisian (polsek)
  4. Asli Riwayat Tanah dari kepala desa/kelurahan
  5. Foto copy C desa atau bukti lain sesuai dengan riwayat tanah dilegalisir kepala desa/kelurahan atau bukti penguasaaan tanah (pernyataan dll) sesuai dengan riwayat tanah.
KHUSUS BAWEAN : Bila Buku C desa tidak ada diganti Fotocopy Peta Blok Pajak tanah wakaf ( difotocopy pecah-pecah saja, bila digabung jadi satu blok) dan foto copy Daftar Rincian Objek Pajak atau buku daftar pajak tahun 2003 dan 2009 bila ada nama objek pajak tanah wakaf
  1. Surat keterangan Warisan dari kepala desa/kelurahan diketahui camat bila wakif meninggal dunia atau riwayat tanah terakhir atas nama orang tua yang sudah meninggal.
  2. Surat Persetujuan dan Kuasa seluruh ahli waris kepada wakif (mewakili seluruh ahli waris) untuk mendaftar/melaksanakan ikrar wakaf.
  3. Foto copy KTP dan Kartu Keluarga  seluruh ahli waris dilegalisir (no 6 – 8 bila wakif atau petok d atas nama orang yang sudah meninggal)
  4. SK Nadzir dari KUA asli atau  copy dilegalisir
  5. Ikrar Wakaf & Akta Ikrar Wakaf atau Akta Pengganti AIW asli dan copy. (Bila wakif masih hidup memakai Ikrar Wakaf & AIW, bila wakif telah meninggal atau ikrar sebelum tahun 1977 memakai Akta Pengganti AIW dan disertai keterangan warisan dari kepala desa/kelurahan diketahui camat)
(Nomor 1 s/d 10 rangkap 2 dilegalisir)
  1. Mengisi Formulir dari BPN

Dari Tanah Negara Murni

  1. Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga  Wakif dilegalisir  kepala desa/kelurahan atau camat
  2. Foto Copy KTP Nadzir dilegalisir kepala desa/kelurahan
  3. SK Nadzir dari KUA asli atau copy dilegalisir KUA
  4. Surat Pernyataan menguasai tanah negara oleh tokoh masyarakat & ta’mir dan surat kuasa untuk melaksanakan Ikrar Wakaf
  5. Ikrar Wakaf & Akta Ikrar Wakaf asli
  6. Copy surat keterangan  PBB lokasi terdekat bidang wakaf
  7. Copy gambar kretek desa
  8. Foto copy sertipikat tanah sekitarnya yang berbatasan dengan lahan wakaf (bila ada).     (nomor 1 s/d 7 rangkap 2 dilegalisir)
  9. Mengisi Formulir BPN
Keterangan : Tanah negara yang dikelola pihak lain dan Fasilitas Umum ada ketentuan lain lebih lanjut. TKD sementara tidak bisa wakaf

Dari Tanah bersertipikat hak milik,   atau hak guna bangunan
  1. Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga  Wakif dilegalisir kepala desa/kelurahan atau camat
  2. Foto Copy KTP Nadzir dilegalisir kepala desa/kelurahan
  3. Asli sertipikat tanah yang diwakafkan
  4. SK Nadzir dari KUA asli atau copy dilegalisir.
  5. Ikrar Wakaf & Akta Ikrar Wakaf atau Akta Pengganti AIW asli
  6. Surat keterangan Warisan dari kepala desa/kelurahan diketahui camat bila wakif meninggal dunia atau sertipikat masih atas nama orang tua yang sudah meninggal.
  7. Surat Persetujuan dan Kuasa seluruh ahli waris kepada wakif (mewakili seluruh ahli waris) untuk mendaftar/melaksanakan ikrar wakaf.
  8. Foto copy KTP/KSK seluruh ahli waris dilegalisir (no 6 – 7 bila wakif atau sertipikat atas nama orang yang sudah meninggal)
  9. Copy surat keterangan  PBB bidang wakaf   bila ada dan SPP Waris bila diperlukan (Nomor 1 s/d 8 rangkap 2 dilegalisir)
  10. Mengisi Formulir BPN

Senin, 28 Januari 2019

Wajah Wanita Menurut Empat Madzhab

Wajah Wanita Menurut Empat Madzhab termasuk aurat atau bukan? Kalau wajah bukan aurat bagaimana hukum memandang wajah wanita? Bagaimana juga hukum telapak tangan dan kaki apakah sama dengan wajah? Apa pula dalil Al Quran dan hadis atas batasan aurat wanita?

Jawaban singkat:
a) Madzhab Hanafi: Wajah, kedua telapak tangan (luar dalam) dan kaki bukanlah aurat dan boleh dipandang selagi tidak takut syahwat. Wajah perlu diperlihatkan agar dikenali saat bermuamalah (berinteraksi bisnis, dll)

b) Madzhab Maliki: Wajah dan kedua telapak tangan (luar dalam) bukan aurat. Dan boleh memandangnya apabila tanpa bermaksud menikmatinya.

c) Madzhab Syafi'i: Wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat sebagaimana disebut dalam Al-Muhadzab. Imam Nawawi menambahkan: dari telapak tangan sampai ke siku. Telapak kaki juga bukan aurat.

d) Madzhab Hambali: Wajah bukan aurat. Kedua telapak tangan ada dua pendapat: termasuk aurat dan tidak termasuk.

Penjelasan detail lihat artikel berikut:


السؤال:

هل يجب على المرأة تغطية شعر راسها أم أنها مسألة خلافية؟
الجواب:

بسم الله ،والحمد لله،والصلاة والسلام على رسول الله ،وبعد:

إذا قلبنا صفحات التاريخ نسائله عن آراء مجتهدينا وفقهائنا فإننا سنرى فيه حقيقة واضحة جلية، ألا وهي أن جميع الفقهاء المجتهدين طيلة خمسة عشر قرنا من الزمان قالوا بأنه على المرأة أن تغطي جميع جسمها سوى الوجه والكفين وإلا فهي مخالفة لأمر ربها معاندة له تتقحم النار على بصيرة.

بل ذهب من ذهب من الفقهاء إلى أن هذا القدر لا يكفي وأوجب على المرأة أن تستر الوجه والكفين أيضا، ولكن الجمهور على أن ستر ما دون الوجه والكفين مجزئ وكاف.

ولم يذهب الفقهاء إلى هذا الإجماع إلا عن أدلة رصينة محكمة تؤكد هذا الحكم وتوجبه في جلاء كما الشمس.

يقول الإمام ابن حزم في كتابه مراتب الإجماع :
واتفقوا على أن شعر الحرة وجسمها حاشا وجهها ويدها عورة واختلفوا في الوجه واليدين حتى أظفارهما عورة هي أم لا؟” انتهى .

ومعنى ذلك أن عندنا ثلاثة مصادر تؤكد جميعها فرضية الحجاب،وهي القرآن والسنة والإجماع.

أما القرآن فمنه قول ربنا: (وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ).

قال الحافظ ابن كثير في (( تفسيره )) :
(( أي : لا يظهرن شيئاً من الزينة للأجانب، إلا ما لا يمكن إخفاؤه، قال ابن مسعود: كالرداء والثياب، يعني على ما كان يتعاطاه نساء العرب من المقنعة التي تجلل ثيابها، وما يبدو من أسافل الثياب، فلا حرج عليها فيه، لأن هذا لا يمكن إخفاؤه )) .

وقال ابن عطية : ويظهر لي بحكم ألفاظ الآية أن المرأة مأمورة بأن لا تبدي، وأن تجتهد في الإخفاء لكل ما هو زينة، ووقع الاستثناء فيما يظهر بحكم ضرورة حركة فيما لا بد منه، أو إصلاح شأن، ونحو ذلك فـ{ ما ظهر } على هذا الوجه مما تؤدي إليه الضرورة في النساء فهو المعفو عنه )) .

وقال القرطبي :

(( قلت : هذا قول حسن، إلا أنه لما كان الغالب من الوجه والكفين ظهورهما عادة وعبادة، وذلك في الصلاة والحج، فيصلح أن يكون الاستثناء راجعاً إليهما. انتهى.

وفي “المعجم الوسيط” – تأليف لجنة من العلماء تحت إشراف” مجمع اللغة العربية” – ما نصه:

” الخمار: كل ما ستر ومنه خمار المرأة، وهو ثوب تغطي به رأسها، ومنه العمامة، لأن الرجل يغطي بها رأسه، ويديرها تحت الحنك”.انتهى.

ومن ذلك قوله تعالى: (وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا).

يقول العلامة ابن كثير في تفسيره :-

قال مجاهد كانت المرأة تخرج تمشي بين يدي الرجال فذلك تبرج الجاهلية . وقال قتادة ” ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى ” يقول إذا خرجتن من بيوتكن، وكانت لهن مشية وتكسر وتغنج فنهى الله تعالى عن ذلك وقال مقاتل بن حيان ” ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى ” والتبرج أنها تلقي الخمار على رأسها ولا تشده فيواري قلائدها وقرطها وعنقها ويبدو ذلك كله منها، وذلك التبرج ثم عمت نساء المؤمنين في التبرج .انتهى .

ومن ذلك(وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ).

وأما قوله تعالى : (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً) فهذه الآية ليست هي عمدة العلماء في إيجاب تغطية عورة المرأة، ولكن هذه الآية تدل على ما هو أبعد من ذلك، وتدل على شيء فوق الخمار وأعظم منه. وقد اختلف العلماء في تحديد المراد به على اتجاهين:
ـ الاتجاه الأول: أن المقصود به هو النقاب.
ـ الاتجاه الثاني: أن المقصود به هو الملحفة، أو العباءة تلتحف بها المرأة فوق الخمار لتداري بها نتوءات جسمها، وأجزاءه البارزة كالثديين، فهو خمار فوق الخمار، وثياب فوق الثياب.

يقول الشيخ الدكتور يوسف القرضاوي:-

قد روي عن عدد من مفسري السلف تفسير إدناء الجلابيب عليهن، أنهن يسترن بها جميع وجوههن، بحيث لا يظهر منهن شيء إلا عين واحدة يبصرن بها.
وممن روي عنه ذلك ابن مسعود وابن عباس وعبيدة السلماني وغيرهم، ولكن ليس هناك اتفاق على معنى” الجلباب” ولا على معنى “الإدناء” في الآية.

وقد ذكر الإمام النووي في شرح مسلم في حديث أم عطية في صلاة العيد: إحدانا لا يكون لها جلباب.. إلخ. قال: قال النضر بن شميل: الجلباب ثوب أقصر – وأعرض – من الخمار، وهي المقنعة تغطي به المرأة رأسها، وقيل: هو ثوب واسع دون الرداء تغطي به صدرها وظهرها، وقيل: هو كالملاءة والملحفة. وقيل: هو الإزار، وقيل: الخمار. (صحيح مسلم بشرح النووي 2/542، ط الشعب).انتهى.

ومن الأحاديث التي دلت على فرضية حجاب المرأة ما رواه مسلم من حديث أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (صنفان من أهل النار لم أرهما. قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس. ونساء كاسيات عاريات، مميلات مائلات، رؤسهن كأسنمة البخت المائلة، لا يدخلن الجنة، ولا يجدن ريحها. وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا).

وما رواه أبو داود من حديث عائشة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لأسماء ( يا أسماء إن المرأة إذا بلغت المحيض لم يصلح أن يرى منها شيء إلا هذا وهذا، وأشار إلى وجهه وكفيه). وهذا حديث اختلف فيه المحدثون كثيرا، فدافع عنه الشيخ الألباني، وحسنه، وأنزله عن رتبة الحسن محدثون آخرون، ولكن الأمر المهم هنا هو أن من ضعف الحديث لم يذهب إلى عدم وجوب الحجاب، ولكنه ذهب إلى أن تغطية الوجه والكفين فرض واجب، وهذا لأن الحديث استثنى هذين الموضعين، ومن طعن في الحديث فإنه لن يستثني هذين الموضعين.

ومنها ما رواه الترمذي وغيره من حديث عمر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (من جرَّ ثوبهُ خيلاءَ لم ينظرْ اللهُ إليهِ يومَ القيامةِ فقالت أمُّ سلمةَ: فكيفَ يصنعُ النِّساءُ بذُيُولهنَّ؟ قال: يُرخينَ شبراً، فقالت: إذاً تنكشفُ أقدامُهُنَّ، قال: فيرخِينهُ ذراعاً لا يزدنَ عليهِ) . والحديث صححه الشيخ الألباني .

ومنها ما رواه الطبراني في معجمه الكبير من حديث عقبة بن عامر أن أخت عقبة نذرت أن تمشي الى بيت الله حافية حاسرة فمر بها رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال ما شأن هذه قالوا أنها نذرت أن تمشي إلى بيت الله حافية حاسرة، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مروها فلتختمر ولتركب ولتحج. والحديث صححه الشيخ الألباني . وفي رواية للحديث جاء فيها (وتغطي شعرها) وهذه الرواية صححها أيضا الشيخ الألباني .

ويقول الشيخ القرضاوي مبينا حكم الحجاب عند المذاهب الأربعة :-

مذهب الحنفية :-

في كتاب الاختيار ” من كتب الحنفية يقول:.
(ولا ينظر إلى الحرة الأجنبية، إلا إلى الوجه والكفين، إن لم يخف الشهوة.. وعن أبي حنيفة: أنه زاد القدم، لأن في ذلك ضرورة للأخذ والإعطاء، ومعرفة وجهها عند المعاملة مع الأجانب، لإقامة معاشها ومعادها، لعدم من يقوم بأسباب معاشها.

قال: وأما القدم، فروي أنه ليس بعورة مطلقًا لأنها تحتاج إلى المشي فيبدو، ولأن الشهوة في الوجه واليد أكثر، فلأن يحل النظر إلى القدم كان أولى.

وفي رواية: القدم عورة في حق النظر دون الصلاة). (الاختيار لتعليل المختار، تأليف عبد الله بن محمود بن مودود الموصلي الحنفي 4/156).

مذهب المالكية:

وفي الشرح الصغير للدردير المسمى ” أقرب المسالك إلى مذهب مالك “:.

(وعورة الحرة مع رجل أجنبي منها أي ليس بمحرم لها جميع البدن غير الوجه والكفين.. وأما هما فليسا بعورة).

وقال الصاوي في حاشيته معلقا: (أي فيجوز النظر لهما لا فرق بين ظاهرهما وباطنهما، بغير قصد لذة ولا وجدانها، وإلا حرم.

في مذهب الشافعية:-

وقال الشيرازي صاحب ” المهذب ” من الشافعية.

(وأما الحرة فجميع بدنها عورة، إلا الوجه والكفين (قال النووي: إلى الكوعين لقوله تعالى: (ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها) قال ابن عباس: وجهها وكفيها (قال النووي ” في المجموع “: هذا التفسير المذكور عن ابن عباس قد رواه البيهقي عنه وعن عائشة رضي الله عنهم)، ولأن النبي -صلى الله عليه وسلم- ” نهى المحرمة عن لبس القفازين والنقاب ” (الحديث في صحيح البخاري، عن ابن عمر رضي الله عنهما : ” لا تنتقب المحرمة، ولا تلبس القفازين) ولو كان الوجه والكف عورة لما حرم سترهما، ولأن الحاجة تدعو إلى إبراز الوجه للبيع والشراء، وإلى إبراز الكف للأخذ والعطاء، فلم يجعل ذلك عورة).

وأضاف النووي في شرحـه للمهذب ” المجموع “: (إن مـن الشافعية مـن حكى قولاً أو وجها أن باطن قدميها ليس بعورة، وقال المزني: القدمان ليستا بعورة، والمذهب الأول). (المجموع 3/167، 168).

في مذهب الحنابلة:-

وفي مذهب الحنابلة نجد ابن قدامة في ” المغنى” (المغني 1/1، 6، ط المنار).يقول (لا يختلف المذهب في أنه يجوز للمرأة كشف وجهها في الصلاة، وأنه ليس لها كشف ما عدا وجهها وكفيها، وفي الكفين روايتان:

واختلف أهل العلم، فأجمع أكثرهم على أن لها أن تصلي مكشوفة الوجه، وأجمع أهل العلم على أن للمرأة الحرة أن تخمر رأسها إذا صلت، وعلى أنها إذا صلت وجميع رأسها مكشوف أن عليها الإعادة.

وقال أبو حنيفة: القدمان ليستا من العورة، لأنهما يظهران غالبًا فهما كالوجه.

وقال مالك والأوزاعي والشافعي: جميع المرأة عورة إلا وجهها وكفيها، وما سوى ذلك يجب ستره في الصلاة لأن ابن عباس قال في قوله تعالى: (ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها) قال: الوجه والكفين ولأن النبي – صلى الله عليه وسلم- نهى المحرمة عن لبس القفازين والنقاب، ولو كان الوجه والكفان عورة لما حرم سترهما، ولأن الحاجة تدعو إلى كشف الوجه للبيع والشراء، والكفين للأخذ والإعطاء.

وقال بعض أصحـابنا: المـرأة كلهـا عـورة ؛ لأنه قد روي في حـديث عن النبي -صلى الله عليه وسلم- (المرأة عورة) رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح لكن رخص لها في كشف وجهها وكفيها لما في تغطيته من المشقة، وأبيح النظر إليه لأجل الخطبة لأنه مجمع المحاسن، وهذا قول أبي بكر الحارث بن هشام، قال: المرأة كلها عورة حتى ظفرهـا).

والله أعلم .

رابط

Empat Sahabat Nabi yang Murtad

Empat Sahabat Nabi yang murtad keluar dari Islam. Mereka adalah Rabiah bin Umayah bin Abi Khalaf, Abdullah bin Khazhal, Ubaidullah bin Jahasy, Maqis bin Shibabah


ربيعة بن أمية بن أبي خلف

أسلم يوم الفتح وشهد حجة الوداع، وكان أحد الذين وقفوا ينقلون خطبة الرسول إلى الناس يومها، فوقف تحت ناقة الرسول صلى الله عليه وسلم، يصرخ في الناس بصوته الجهوري بما يسمعه منه من كلمات.

كما ذكره الحافظ ابن حجر في "الإصابة" بأنه كان أحد الصحابة زمان رسول الله (ص)، وبقي مسلمًا طوال فترة خلافة أبي بكر، وفي خلافة عمر مارس زواج المتعة مع إحدى النساء فحملت له، ثم شرب الخمر فنفاه عمر إلى خيبر، ومن هناك هرب إلى هرقل وتنصَّر، ونتيجة لهذه الخطايا وموته على الكفر عدَّه البعض الفقهاء ليس من فئة الصحابة من الأساس.

عبد الله بن خطل

في روايات أخرى اسمه عبد العزى، ويُحتمل أنه تغير بعد الإسلام، وهو أحد الأربعة الذين لم يشملهم عفو "اذهبوا فأنتم الطلقاء" الذين منحه الرسول لأهل مكة عقب فتحها، وإنما قال عنه الرسول "اقتلوه ولو تعلق بأستار الكعبة" وهو ما فعله أبو برزة الأسلمي وسعيد بن حريث المخزومي.

وذلك لأنه بعد أسلم بعثه رسول الله صلى الله عليه وسلم مصدقا وبعث معه رجلا من الأنصار و كان معه مولى له فغضب عليه غضبة فقتله، ثم ارتد بعدها مشركًا، ولم يكتفِ بذلك وإنما بالغ في عداوته للإسلام من خلال تأليفه هجاءً للرسول راح يتغنى به بصحبة جاريتيه.

عبيد الله بن جحش

كان ممن اعتزلوا عبادة الأصنام قبل بعثة الرسول، وكان أحد أربعة مشهورين، وهم: ورقة بن نوفل، وعبيد الله بن جحش، وعثمان ابن الحويرث، وزيد بن عمرو بن نفيل.

ولقد التمس معظمهم الحنيفية التوحيدية ما عدا ورقة بن نوفـل الذي تنصَّر، أما عبيـد الله بن جحش فلقد ظل على ماهو عليه من الالتباس حتى أسلم، ثم هاجر مع المسلمين إلى الحبشة، ومعه امرأته أم حبيبة بنت أبي سفيان.

وذكر ابن إسحاق في سيرته بسندٍ صحيح: "حدَّثني محمد بن جعفر بن الزبير عن عروة قال: خرج عبيد الله بن جحش مع المسلمين مسلماً، فلما قدم أرض الحبشة تنصَّر، وكلما كان يمر بأصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم وهم هنالك من أرض الحبشة، فيقول: فقّحنا وصأصأتم؛ أي أبصرنا، وأنتم تلتمسون البصر ولم تبصروا بعد".

وتؤكد كُتب التاريخ أنه توفي على النصرانية، وبعد ذلك تزوج الرسول بأم حبيبة فكانت من أمهات المؤمنين.

مقيس بن صبابة

وهو ثاني الأربعة الذين لم يشملهم عفو "اذهبوا فأنتم الطلقاء" الذين منحه الرسول لأهل مكة عقب فتحها، فقتله الناس بالسوق، وفعل به النبي ذلك لأنه خدعه بالإسلام وأضمر في نفسه عكس ذلك حتى قتل أحد المسلمين.

وترجع قصته إلى أن أخيه هشام بن صبابة، وكان مسلمًا، قتله رجلٌ من الأنصار بالخطأ ظنًّا منه أنه العدو في غزوة غزوة بني المصطلق، بعدها قدم الشقيق مقيس على الرسول وقال له‏:‏ يا رسول الله، جئتك مسلما، وجئتك أطلب دية أخي، قُتل خطأً‏.‏ فأمر له رسول الله صلى الله عليه وسلم بدية أخيه؛ وبعد ذلك أقام بالمدينة حتى تمكن من قتل قاتل أخيه، ثم خرج إلى مكة مرتدا.

Hukum Robot dalam Islam

Hukum Robot dalam Islam
Apa hukum robot yang memiliki dua kaki, kepala dan dua tangan seperti manusia apakah diharamkan karena mirip dengan patung atau dibolehkan karena bentuknya tidak sama dengan manusia; dalam arti hanya sebuah mesin di mana mesin itu pada dasarnya adalah teknologi yang hukum dasarnya dibolehkan?

Jawaban:
a) Robot adalah teknologi mesin yg hukum asalnya adalah boleh.
b) Bisa berubah menjadi haram apabila digunakan untuk tujuan yang dilarang agama.
c) Sebagian ulama membatasi kebolehkan tsb dg syarat tidak dalam bentuk makhluk bernyawa yang sempurna seperti manusia atau hewan,


كتب- أحمد الجندي:

قال الدكتور مجدي عاشور، المستشار العلمي لمفتي الجمهورية، إن تجسيد شكل الروبوت على غير الهيئة الكاملة للإنسان وذات الأرواح جائز باتفاق ولا حرج في ذلك شرعًا، وأنه يمكن استمداد مشروعية تجسيد وتصوير الروبوت بصورة تحاكي خلق الإنسان بشكل كامل تقليدًا لمذهب من أجاز ذلك ما دام الغرض صحيحًا شرعًا، ولم تكن هناك ثمة مضاهاة لخلق الله، ولم يقصد بها العبادة والتقديس، ولم تصنع لغرض محرم، خاصة أنه قد ثبت واقعا أن صناعة واستخدام الروبوت فيه مصلحة راجحة، ومنفعة مجرَّبة عبر مجالات الحياة المختلفة.

وأشار في لقائه بفضائية الناس إلى أن «الأصل في استعمال هذه التكنولوجيا في كافة الاستخدامات والوظائف هو الجواز؛ ذلك لأن القاعدة الشرعية تقرر أن الوسائل تأخذ حكم المقاصد، وتعتري ذلك الأحكام التكليفية الخمسة بحسب الاستعمال»، لافتا إلى أن الروبوتات مقيدة بعدة ضوابط ومعايير من الناحية الشرعيَّة والأخلاقية ينبغي مراعاتها عند الصناعة وعند الاستخدام، كأن لا يقصد بها مضاهاة خلق الله، وألا يقصد بها العبادة والتقديس، وألا تصنع أو تستخدم في غرض محرَّم، وأن تخلو الصور والرسوم لهذه الروبوتات من مظاهر التعظيم، ومظنة التكريم، وإثارة الغرائز، وتسهيل ارتكاب الفواحش والتحريض على ارتكاب المحرمات.

وقد كانت لمستشار المفتي دراسة اشترط فيها عاشور على ضرورة الاتفاق وبشكل إنساني وعالمي على سقف أخلاقي وميثاق عمل لهذه التكنولوجيا من أجل تحقيق عوامل السلامة والأمان التي تضمن جلب المصالح وتحقيق المنافع للإنسان المعاصر والحضارة الإنسانية.

موضحًا أن التفكير في صنع الآلات تحاكي الشخصية الإنسانية ليس حديثًا، بل له نماذج في واقع المسلمين عبر التاريخ؛ فقد ذكر أن إسماعيل بن الرزاز يُعَدُّ أَوّل من اخترع ذلك من أجل الخدمة في المنزل، فقد طلب منه أحد حكام عصره أن يصنع له آلة تُغْنيه عن الخدم كلما رغب في الوضوء للصلاة، فصنع له آلة أسماها «نافورة الطاووس»، وكانت على هيئة صبي منتصب القامة، وفي يده إبريق ماء، وفي اليد الأخرى منشفة، وعلى عمامته يقف طائر، فإذا حان وقت الصلاة يُصَفّر الطائر، ثم يتقدَّم الخادم نحو سيده، ويصب الماء من الإبريق بمقدار معين، فإذا انتهى من وضوئه يُقدم له المنشفة، ثم يعود إلى مكانه، والعصفور يغرّد.

رابط

***
1
السؤال

هل رسم الروبوت أو الرجال الآليين للتسلية داخل في باب التصوير المُحرم؟ مع العلم بأن الروبوتات تُعتبر من الجمادات ولا تملك أرواحاً كما لدى البشر والحيوانات حتى وإن ملكت ذكاءً صناعياً ومشاعر أو شخصيات خاصة ذكور أو إناث كما نرى في أفلام الخيال العلمي. فهل ينطبق عليهم حكم التحريم أيضاً أم أن الأمر يقتصر على فقط رسم الرأس لحديث: الصورة الرأس فإذا انقطعت الرأس فلا صورة؟ كما وهنالك روبوتات قد لا تشبه البشر ولا الحيوانات فهي أشبه بالأسطوانات أو المكعبات أحياناً، وماذا عن رسم الروبوتات التي تتحول إلى سيارات أو طائرات كما مع المتحولين؟ أم أن الأمر يقتصر على الرأس أيضاً وطور المركبات عند التحول حيث أن السيارات من الجمادات؟ أرجو التوضيح.

الإجابــة

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

فما كان من هذه الروبوتات على صورة الإنسان أو غيره من ذوات الأرواح لا يجوز رسمه، لأن من يفعل ذلك إنما يرسم في الحقيقة صورة إنسان أو صورة ذي الروح التي صنع على هيئة الروبوت، لكن إذا كان ناقص الخلقة كفاقد الرأس أو كان على غير شكل الإنسان أو غيره من الكائنات الحية فإنه لا حرج في رسم غير ذوات الأرواح مهما كان شكلها.

***

2
السؤال

ما حكم صناعة الإنسان الآلي (الربوت) وهل يدخل ذلك في التصوير المنهي عنه شرعاً؟

الإجابــة

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد:

فما يعرف اليوم بالإنسان الآلي هو آلة متحركة صنعت للقيام بخدمات معينة كسائر الآلات المصنوعة، لكن من صنعوه حاولوا تشكيله على صورة إنسان ليثبتوا تقدمهم الصناعي ووصولهم إلى صناعة ما يشابه الإنسان، ومن يعرف هذه الآلة وقدرتها وإمكاناتها يدرك افتراء وكذب من يزعم أنه سيصنع ما يقوم مقام الإنسان.

وهذه الآلة إن صممت على هيئة إنسان أو غيره من ذوات الأرواح فإنها تأخذ حكم تصوير وتجسيم ذوات الأرواح المنهي عنه، ويتوجه إلى فاعله الوعيد المتوجه إلى المصورين.

إلا إذا كان تصميمه غير مكتمل بحيث لا يصدق عليه أنها تشبه الإنسان أو الحيوان، فهذا لا يعد من التصوير المنهي عنه.
وعليه، فلا حرج في صناعة مثل هذه الآلة.. لكن على الصانع المسلم تجنب تشكيلها على صورة ذوات الأرواح ما أمكن ذلك، حتى لا يدخل في الحرج والإثم.
والله أعلم.

***

3

حكم استخدام الإنسان الآلي في البيع والشراء


السؤال

ما حكم التعامل مع الإنسان الآلي (الروبوت) والذي يتحكم به عن بعد, بيعا وشراء واستخداما؟
الإجابــة

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

فلا مانع من استخدام الإنسان الآلي (الروبرت) ما دام الغرض الذي يستخدم فيه مباحا، بشرط أن لا يكون على شكل إنسان أو حيوان كامل الخلقة لحرمة صناعة التماثيل واستخدامها إذا كانت على هيئة الكائن الحي، .

والله أعلم.

رابط

Rabu, 16 Januari 2019

Tafsir Mimpi

Tafsir Mimpi
Tafsir Mimpi Ibnu Sirin. Terjemah kitab Tafsir Al Ahlam karya Ibnu Sirin mengenai tafsir mimpi. Menurut Ibnu Sirin, asal datangnya mimpi dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu dari malaikat, dari jin/setan, dari diri sendiri. Hanya mimpi yang berasal dari malaikat lah yang memiliki makna. sedangkan mimpi dari dua sumber terakhir tidak mengandung arti apapun. Baca detail: Mimpi dalam Islam

Mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw, maka pertanda akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan dalam hidupnya / Kesuburan tanah.

Mimpi melihat Nabi Adam as atau Nabi-Nabi yang lainnya, maka pertanda akan mendapatkan tambahan kebaikan dan kemuliaan di dunia dan akhirat.

Mimpi melihat anak-anak, maka pertanda akan mendapatkan jodoh dan dalam waktu yang dekat akan menikah.

Mimpi melihat orang di penjara lama sekali, maka pertanda akan kehilangan harta kekayaannya.

Mimpi melihat seorang polisi, maka pertanda akan mendapatkan keberhasilan dalam pekerjaan sehari-hari.

Mimpi melihat polisi di dalam kantornya, maka pertanda akan mendapatkan tamu seorang sahabat yang lama berpisah.

Mimpi melihat seorang perempuan mengenakan kerudung, maka pertanda bahwa Anda harus bersikap hati-hati dalam menghadapi setiap masalah.

Mimpi melihat orang menangis, maka pertanda akan memiliki teman yang mengerti tentang keadaan diri Anda.

Mimpi melihat seorang yang berkulit sawo matang, maka pertanda akan sukses dalam usahanya.

Mimpi bertemu dengan seorang pembesar, maka pertanda akan mendapatkan suatu kehormatan.

Mimpi bertemu setan, maka pertanda akan datang suatu keburukan kepada diri kita.

Mimpi melihat bidadari, maka pertanda akan menjadi seorang alim ulama.

Mimpi melihat malaikat, maka pertanda akan memperoleh kekayaan.

Mimpi melihat bertemu dengan para sahabat Nabi, maka pertanda akan mendapatkan karunia dari Allah SWT.

Mimpi bertemu dengan orang banyak, maka pertanda tidak akan berhasil segala yang dikehendaki.

Mimpi seolah-olah bertemu dengan Tuhan, maka pertanda akan dikaruniai kebahagiaan hidup di dunia dan kemungkinan akan diampuni dosa-dosanya.

Mimpi melihat orang sedang bertinju, maka pertanda akan menerima kerugian yang besar dalam berusaha.

Mimpi melihat orang digantung, maka pertanda orang yang diimpikan akan mendapatlam karunia dan balasan dari Allah SWT.

Mimpi melihat orang yang dihukum mati, maka pertanda harus waspada terhadap perkataan dan perbuatan dalam pekerjaan.

Mimpi melihat seorang pemain sulap, maka pertanda akan mendapatkan kebahagiaan.

Mimpi melihat orang sedang lompat indah, maka pertanda akan menerima penghormatan karena perbuatan baik Anda.

Mimpi melihat arsitek sedang bekerja, maka pertanda akan memperoleh sukses dalam pekejaan jika Anda bekerja pada orang lain.

Mimpi melihat orang buta, maka pertanda akan kedatangan seorang teman yang meminta
pertolongan.

Mimpi melihat orang main kartu, maka pertanda untuk tidak bertindak lebih jauh dalam pekerjaan.

Mimpi melihat anak kembar, maka pertanda akan mendapatkan hasil yang biasa dalam berusaha.

Mimpi melihat orang yang bermain kecapi, maka pertanda akan mendengarkan berita yang penting.

Mimpi melihat orang yang membawa golok, maka pertanda akan mendapatkan sedikit kesulitan dalam masalah keuangan.

Mimpi melihat orang bekerja di dalam kantor, maka pertanda akan segera mendapatkan kedudukan yang baik.

Mimpi bertemu dengan seorang admiral, maka pertanda akan mendapatkan kesuksesan dalam berusaha dan dalam kehidupan sosial.

Mimpi bertemu dengan kekasihnya, maka pertanda akan mandapatkan kebahagiaan dalam bercinta.

Mimpi bertemu dengan juru rawat, maka pertanda akan mendapatkan kebahagiaan.

Mimpi melihat orang bertopeng pada sebuah pesta, maka pertanda akan mendapatkan sebuah kabar buruk.

Mimpi melihat wanita yang pingsan, maka pertanda kehidupan rumah tangga dalam keadaan aman sentosa.

Mimpi bertemu dengan musuh atau saingan, maka pertanda akan bertemu dengan seorang sahabat yang sangat baik.

Mimpi bertemu dengan seorang tukang ramal, maka pertanda Anda akan berada dalam kebimbangan.

Mimpi melihat orang berpangkat masuk ke dalam rumah, maka pertanda akan mendapatkan rejeki dari usaha Anda sekarang.

Mimpi melihat orang turun dari langit dan masuk ke dalam rumah, maka pertanda sedang dimurka oleh Allah 8WT karena telah melakukan perbuatan yang tidak disenangi olehNya.

Mimpi melihat pengantin, maka pertanda orang yang menjadi pengantin tersebut akan mendapatkan kesusahan.

Mimpi melihat seorang wanita membawa pisau, maka pertanda wanita tersebut akan segera dikaruniai anak.

Mimpi bertemu dengan seseorang di dalam pondok, maka pertanda akan mendapatkan bantuan dari orang lain.

Mimpi melihat orang banyak di dalam sebuah pondok, maka pertanda akan berhasil dalam berusaha.

Mimpi melihat seseorang mengenakan pakaian warna putih, maka pertanda akan menemui kegagalan dalam berusaha.

Mimpi bertemu dengan seorang raja, maka pertanda akan mendapatkan kedudukan yang dinantikan.

Mimpi melihat teman Anda dirampok, maka pertanda akan mendapatkan rejeki.

Mimpi melihat seorang perampok ditangkap polisi, maka pertanda ada pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu cepat.

Mimpi melihat orang dirantai dan Anda lepaskan, maka pertanda akan mendapatkan kebaikan dari teman sekerja.

Mimpi melihat seseorang tertimpa pohon, maka pertanda orang tersebut akan mengalami kerugian dalam berusaha.

Mimpi melihat seseorang sedang merokok, maka pertanda mendapatkan teman untuk menyelesaikan permasalahan orang tersebut.

Mimpi melihat seseorang memberi rokok kepada Anda, maka pertanda akan mendapatkan kemajuan dalam waktu yang singkat.

Mimpi bertemu seseorang yang sangat sabar, maka pertanda akan mendapatkan seorang sahabat yang sangat baik.

Mimpi melihat seseorang meminta maaf kepada Anda, maka pertanda akan dipercaya oleh orang tersebut.

Mimpi melihat seseorang yang sakit di dalam hutan, maka pertanda akan mendapat kail sesuatu yang tidak terduga.

Mimpi melihat seseorang sakit, maka pertanda akan diajak berunding oleh orang tersebut.

Mimpi melihat dua orang berjabat tangan, maka pertanda akan melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.

Mimpi melihat seseorang membuang sampah di depan rumah, maka pertanda akan dipermalukan oleh orang lain.

Mimpi bertemu dengan penjual sayur, maka pertanda akan mengalami perubahan hidup secara tiba-tiba.

Mimpi melihat orang tersenyum kepada Anda, maka pertanda akan berhasil dalam ,berusaha.

Mimpi melihat orang bersepeda, maka pertanda akan mendapatkan kesusahan tetapi dapat Anda atasi.

Mimpi melihat setan mengejar teman Anda dan kemudian Anda menolongnya, maka pertanda akan mendapatkan godaan.

Mimpi melihat seseorang yang sedang mengerjakan suatu pekerjaan sulit, maka pertanda Anda akan membantu teman Anda tersebut yang sedang dalam kesulitan.

Mimpi melihat orang menebang pohon kecil, maka pertanda akan datang sesuatu yang tidak disukai.

Mimpi melihat orang menebang pohon besar, maka pertanda akan dapat menyelesaikan sebuah masalah.

Mimpi melihat seseorang menanam teh, maka pertanda akan mendapatkan rejeki yang tak terduga.

Mimpi melihat orang menembak binatang atau burung, maka pertanda akan merasa kesusahan karena teman sendiri.

Mimpi melihat orang yang terbang, maka pertanda akan mendapatkan suatu kemajuan dalam hidup.

Mimpi melihat orang meniup terompet atau alat tiup sejenisnya, maka pertanda akan mendapatkan berita yang menggembirakan.

Mimpi melihat keluarga yang sedang tertawa, maka pertanda bahwa keluarga tersebut akan mengalami kesedihan.

Mimpi melihat orang tertawa dalam sebuah pesta, maka pertanda akan menemui banyak orang yang terserang suatu penyakit.

Mimpi melihat orang yang bertaubat, maka pertanda akan menyaksikan suatu masyarakat yang sejahtera.

Mimpi melihat orang yang mendoakan Anda, maka pertanda akan mendapatkan kedudukan yang sama dengan kedudukan sebelumnya.

Mimpi melihat seorang raja memegang tongkat, maka pertanda Anda akan dibutuhkan oleh pihak pemerintah.

Mimpi melihat tetangga membawa ubi ke rumah, maka pertanda akan tertipu oleh teman yang bermulut manis.

Mimpi melihat orang memenangkan undian, maka pertanda akan mengalami suatu kesedihan yang mendalam.

Mimpi melihat banyak orang menunggu suatu undian, maka pertanda Anda akan melihat bencana yang akan menimpa orang banyak.

Mimpi melihat seorang atasan membagi-bagikan upah, maka pertanda Anda dan teman-tema Anda akan mendapatkan suatu tugas baru dari atasan Anda.

Mimpi melihat seorang perempuan cantik seperti bidadari, maka pertanda akan mendapatkan halangan dalam melakukan pekerjaan.

Mimpi bertemu dengan seorang wartawan, maka pertanda akan berhasil dalam usaha.

Jika Mimpi melihat banyak orang di dalam kamar, maka pertanda akan mendapatkan ejekan dari tetangga sendiri.

Mimpi melihat seorang yang' kaya, maka pertanda akan mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan.

Mimpi melihat orang yang kebal, maka pertanda akan mendapat dengki dari orang iain.

Mimpi melihat seseorang sedang bersedih, maka pertanda akan melihat orang tersebut hidupnya selalu, bahagia.

Mimpi bertemu dengan orang suci, maka pertanda akan hidup aman dan damai.

Mimpi bertemu dengan seorang wanita, maka pertanda akan memperoleh dukungan dalam perjuangan Anda.

Mimpi bertemu dengan seorang pengarang, maka pertanda Anda akan bersahabat dengan orang orang penting.

Mimpi mendapat banyak luka, maka pertanda akan mendapat banyak keuntungan.

Mimpi bercukur atau memotong rambut, maka pertanda ada sanak saudara yang sedang sakit.

Mimpi sikunya lecet, maka pertanda akan menghadapi masalah yang harus diperhatikan dengan serius.

Mimpi kaki menjadi pincang, maka pertanda akan pindah ke tempat lain.

Mimpi mati, maka pertanda akan berada dalam keadaan sehat wal afiat.

Mimpi memiliki mata yang tajam, maka pertanda akan menjalin cinta dengan orang yang diharapkan.

Mimpi memiliki mata yang berwarna biru, maka pertanda akan diantar oleh seseorang yang diharapkan selama ini.

Mimpi melihat kuku, maka pertanda akan menerima warisan.

Mimpi mendengar suara detak jantung, maka pertanda akan mendengar sebuah kabar yang baik.

Mimpi melihat gambar hati (simbol cinta), maka pertanda akan segera menikah atau akan hidup bahagia bersama keluarga.

Mimpi melihat bibir sendiri, maka pertanda Anda harus berhati-hati dalam menjalankan usaha.

Mimpi menjadi gila, maka pertanda akan mendapatkan kesuksesan dalam dunia usaha.

Mimpi kemaluan terlepas, maka pertanda akan mendapatkan masalah besar.

Mimpi mencuci rambut atau keramas, maka pertanda Anda harus menjaga tingkah 1aku Anda.

Mimpi memotong rambut orang lain, maka pertanda Anda harus berhati-hati terhadap rencana yang akan datang.

Mimpi memiliki tangan kuat, maka pertanda akan sukses dalam berpolitik atau berusaha.

Mimpi melihat tangan yang indah, maka pertanda akan memiliki bakat seni.

Mimpi melihat tangan yang kena kotoran, maka pertanda akan mendapatkan keuntungan dalam berusaha meskipun sedikit.

Mimpi memiliki badan yang gemuk, maka pertanda akan disegani orong.

Mimpi memiliki badan kurus, maka pertanda tidak akan ada rejeki yang datang.

Mimpi tangan atau kaki putus, maka pertanda mendapatkan kesusahan mengenai harta.

Mimpi badan terikat dengan rantai, maka pertanda akan menderita sakit.

Mimpi melihat perut sendiri, maka pertanda akan terhindar dari kesusahan selama ini atau sanak saudara yang masih muda.

Mimpi bercermin muka, maka pertanda harus berhati-hati dalam melakukan sesuatu.

Mimpi berzi-na atau berse-tubuh dengan seorang wanita, maka pertanda akan mendapatkan suatu kerugian.

Mimpi berzi-na dengan seorang pelacur, maka pertanda akan mendapatkan istri yang sangat setia.

Mimpi berzi-na dengan seorang janda, maka pertanda akan mendapatkan seorang , pendamping yang masih gadis.

Mimpi berziarah kemudian mayatnya keluar dari kubur, maka pertanda akan mendapatkan rejeki.

Mimpi berziarah ke makam wali, maka pertanda akan mendapatkan ketenangan hidup.

Mimpi berziarah ke makam orang tua (ayah atau ibu), maka pertanda Anda harus bersabar dalam melakukan sesuatu.

Mimpi membaca surat Yaasiin, maka pertanda akan memiliki rumah tinggal yang membahagiakan.

Mimpi memberi upah pada pegawai, maka pertanda akan mendapatkan kasih sayang orang lain.

Mimpi sedang mandi, maka pertanda akan terlepas dari malapetaka atau kesialan.

Mimpi minum air di sungai, maka pertanda akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Mimpi minum air yang jernih, maka pertanda akan terlepas dari prasangka buruk.

Mimpi berenang di dalam sungai, maka pertanda sesuatu yg diinginkan tidak terkabul.

Mimpi memenangkan suatu undian, maka pertanda akan mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Mimpi menerima undangan dari orang lain, maka pertanda akan panjang umur.

Mimpi memberikan undangan pada orang lain, maka pertanda akan ditimpa kesalahpahaman.

Mimpi bertaubat kepada Allah, maka pertanda akan mendapatkan kehidupan yang sehat sejahtera.

Mimpi tidur di sebuah perahu, maka pertanda yang tidak baik.

Mimpi meniup terompet, maka pertanda akan mendapatkan hasil yang memuaskan dalam usaha.

Mimpi pesawat terbang, maka pertanda akan mendapatkan sebuah undangan istimewa.

Mimpi memadamkan sebuah kebakaran rumah, maka pertanda akan mendapatkan rejeki.

Mimpi berjualan telur, maka pertanda akan mengalami perselisihan dengan pasangan.

Mimpi mengambil sebuah telur, maka pertanda akan mendapatkan sesuatu yang diharapkan.

Mimpi menebang sebuah pohon, maka pertanda akan dapat mendamaikan sebuah perkara.

Mimpi membuka istri, maka pertanda akan menderita sakit.

Mimpi mencuci muka, maka pertanda terlepas dari kesusahan.

Mimpi pergi ke pasar, maka pertanda - akan menemukan godaan dan fitnah.

Mimpi menyembelih ayam, pertanda akan kehilangan salah satu orang tuanya.

Mimpi berkelahi dengan saudara sendiri, maka pertanda apa yang sedang diusahakan akan mendapatkan keberhasilan.

Mimpi menggunting sesuatu, maka pertanda akan mendapatkan uang atau pekerjaan.

Mimpi mengganti sprei tempat tidur, maka pertanda akan mengalami kegalauan dalam rumahtangga.

Mimpi mengambil air dari sumur, maka pertanda akan mendapatkan rejeki tetapi dengan jalan amarah.

Mimpi memelihara binatang memamah biak (seperti sapi, kuda dan sejenisnya), maka pertanda akan memperoleh anak yang bijaksana.

Mimpi menyapu di dalam rumah, maka pertanda akan kedatangan tamu.

Mimpi membeli sebuah rumah, maka pertanda akan mendapatkan berkah dari Allah.

Mimpi membawa uang logam, maka Pertanda akan terkelupas kulit badannya.

Mimpi bertengkar dengan atasan, maka pertanda akan mendapatkan pujian dari atasan Anda.

Mimpi bertengkar dengan pasangan, maka pertanda akan mendapatkan sambutan hangat dari pasangan.

Mimpi berteriak di atas sebuah jembatan, maka pertanda akan dapat menyelesaikan perkara dengan mudah.

Mimpi memanggil seseorang, maka pertanda akan berpisah dengan teman.

Mimpi melakukan dzikir bersama-sama, maka pertanda akan mendapatkan ilmu pengetahuan.

Mimpi memanjat pohon, maka pertanda akan tercapai segala cita-citanya.

Mimpi menangis, maka pertanda akan mendapatkan kebahagiaan.

Mimpi menyelam di dalam air, maka pertanda akan mendapatkan kenikmatan dalam hidup.

Mimpi menyelam di air yang keruh, maka pertanda akan memiliki keinginan untuk melakukan pertapaan.

Mimpi menyeberangi sebuah sungai dengan perahu, maka pertanda akan mendapatkan pangkat.

Mimpi menembak sesuatu, maka pertanda akan mendapatkan keberhasilan dalam berusaha.

Mimpi mengunjungi sebuah rumah sakit, maka pertanda tidak dapat menyelesaikan sebuah persoalan.

Mimpi memeluk istri, maka pertanda akan mendapatkan rejeki.

Mimpi menggendong anak kecil, maka pertanda akan mengalami kerugian atau kesusahan.

Mimpi berbicara dengan seorang gadis, maka pertanda akan memperoleh kehidupan yang manis.

Mimpi menolong seorang pengemis, maka pertanda akan mendapatkan kemajuan dalam kehidupan dan cinta.

Mimpi membeli pakaian, maka pertanda terlalu memikirkan kehidupan pada masa yang akan datang.

Mimpi menjahit pakaian sendiri, maka pertanda akan memperoleh seorang kenalan atau cinta yang baru.

Mimpi memakai pakaian kotor, maka pertanda akan mendapatkan baju baru.

Mimpi memakai topi, maka pertanda akan mendapatkan kenaikan pangkat.

Mimpi tentang keluarga, maka pertanda akan berusaha dalam suatu perjuangan.

Mimpi hidup bahagia dalam sebuah keluarga, maka pertanda mendapatkan keberuntungan dalam keluarga.

Mimpi berada dia air bersama suami atau istri, maka pertanda akan beruntung usahanya.

Mimpi anak meninggal, maka pertanda akan timbul pertengkaran dalam keluarga.

Mimpi istri sedang melahirkan, maka pertanda akan mendapatkan rejeki besar.

Mimpi istri mengandung, maka pertanda akan ada halangan yang datang.

Mimpi berteman dengan lelaki lain, maka pertanda akan mengalami kerugian.

Mimpi tentang ayah, maka pertanda akan terselesaikan segala kesulitan yang menghadang.

Mimpi melihat ibu, maka pertanda akan sukses dalam berusaha yang begitu sulit.

Mimpi mendengar suara ibu, maka pertanda akan datang berita berharga.

Mimpi anak yatim, maka pertanda akan hidup penuh kegembiraan.

Mimpi seorang bujangan, maka pertanda tidak akan menikah dalam waktu dekat.

Mimpi menjadi hakim, maka pertanda pendapat Anda tidak akan mendapat sambutan dari teman.

Mimpi menjadi orang kikir, maka pertanda Anda harus berhati-hati pada masa yang akan datang.

Mimpi menjadi seorang tentara, maka pertanda akan selalu mengalami perubahan hidup.

Mimpi menjadi tua, maka pertanda akan berumur panjang dan dapat menjadi juru selamat.

Mimpi anak kecil yang menjadi besar, maka pertanda akan memperoleh kegembiraan.

Mimpi tidak mengenakan pakaian (polos), maka pertanda akan mendapatkan kesialan yang tidak terduga-duga.

Mimpi baju robek, maka pertanda akan kehilangan salah seorang anggota keluarga atau mendapatkan kesusahan yang besar.

Mimpi mendapat baju besar, maka pertanda akan mendapat kenaikan pangkat.

Mimpi hilang dalam suatu gua, maka pertanda akan kehilangan segalanya.

Mimpi menjadi pengantin, maka pertanda akan mendapatkan uang atau mendapatkan kesusahan.

Mimpi orang sakit berkunjung ke rumah, maka pertanda akan mendapat halangan atau akan terserang suatu penyakit.

Mimpi dikejar orang jahat, maka pertanda akan mendapatkan rejeki.

Mimpi berjalan di tengah hujan, maka pertanda akan mengadakan kenduri.

Mimpi makan sambil berdiri, maka pertanda akan mendapatkan rejeki besar.

Mimpi perut kemasukan bulan, maka pertanda akan mendapatkan anak dan mendapatkan kedudukan yang besar.

Mimpi badan gemetar dan panas, maka pertanda akan merasa senang di dalam pekerjaanya yang sekarang.

Mimpi memperoleh sebuah cermin, maka pertanda akan mendapatkan jodoh yang mulia dan kayaraya.

Mimpi mendapatkan mangkok atau piring, maka pertanda akan mendapatkan tambahan rejeki.

Mimpi tembok rumah runtuh, maka pertanda apa yang dikerjakan akan mendapat kerugian besar.

Mimpi dioperasi atau dibedah, maka pertanda semua yang dikerjakan akan mendapatkan keuntungan.

Mimpi rumahnya rusak, maka pertanda akan mendapatkan kedudukan.

Mimpi dikelilingi oleh capung, maka pertanda akan menemui musibah jika tidak berhati-hati.

Mimpi merasa bahagia, maka pertanda akan mendapatkan kesusahan.

Mimpi menjadi yatim piatu, maka pertanda akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Mimpi menjadi seorang pelayan hotel, maka pertanda akan mendapatkan pekerjaan baru yang lebih rendah dari sebelumnya.

Mimpi terserang penyakit campak, maka pertanda akan mendapatkan keberuntungan.

Mimpi naik perahu, maka pertanda akan memiliki kedudukan yang tinggi.

Mimpi berdiri di atas salju, maka pertanda rencana Anda akan menemui jaIan buntu.

Mimpi makan di restoran sendirian, maka pertanda akan mengalami kegagalan dalam mewujudkan keinginan.

Mimpi berada di barak tentara, maka pertanda akan melakukan sebuah perjalanan.

Mimpi pingsan, maka pertanda rencana Anda akan mengalami kegagalan.

Mimpi menemukan sapu tangan, maka pertanda akan berselisih dengan kekasih Anda.

Mimpi menemukan sebuah selimut, maka pertanda akan mendapatkan hidup yang serba kecukupan.

Mimpi memanggul senapan, maka pertanda akan memiliki nama baik.

Mimpi kehilangan sepatu, maka pertanda akan kehilangan sahabat baik.

Mimpi menemukan sepatu, maka pertanda akan dihormati oleh orang banyak.

Mimpi menjadi seorang juru pidato, maka pertanda akan menjadi pemimpin masyarakat.

Mimpi dikhianati oleh teman, maka pertanda Anda akan tetap setia kepada suami atau istri.

Mimpi tinggal di danau (sebuah rumah kecil di tengah sawah), maka pertanda akan memperoleh kehidupan yang bahagia.

Mimpi menjadi seorang juru rawat, maka pertanda akan mendapatkan jabatan yang berhubungan dengan kesehatan.

Mimpi menjadi juara dalam suatu lomba, maka pertanda usahanya akan maju.

Mimpi berada di dalam sebuah kapal, maka pertanda akan datang musuh yang merusak usaha.

Mimpi memiliki rambut botak, maka pertanda akan menerima kabar tidak baik.

Mimpi digigit ular, maka pertanda akan mendapatkan pasangan hidup.

Mimpi melihat ular yang banyak, maka pertanda akan mendapatkan kebahagiaan yang tak terduga.

Mimpi dikejar ular, maka pertanda ada seseorang yang mencintai Anda.

Mimpi melihat ular masuk rumah, maka pertanda akan kedatangan tamu yang membawa kebahagiaan.

Mimpi memelihara anak ayam, maka pertanda akan mendapatkan kesusahan.

Mimpi memberi makan ayam, maka pertanda akan mendapatkan seorang anak.

Mimpi menyembelih seekor babi, maka pertanda akan mendapatkan keberuntungan.

Mimpi memegang seekor tikus /luka /mati, maka pertanda akan mendapatkan aib atau malu.

Mimpi membunuh tikus, maka pertanda akan mendapatkan keuntungan dalam usaha.

Mimpi melihat seekor singa, maka pertanda akan mendapatkan kedudukan tinggi.

Mimpi melihat buaya masuk ke dalam rumah, maka pertanda akan mendapatkan keberuntungan.

Mimpi melihat buaya di sungai, maka pertanda akan menemui bahaya.

Mimpi melihat burung merak, maka pertanda akan mendapatkan pertolongan seorang yang budiman.

Mimpi melihat burung sedang terbang, maka pertanda akan memperoleh kehidupan yang menyenangkan.

Mimpi memegang burung dara, Maka pertanda akan mendapatkan sebuah berita.

Mimpi melihat burung gereja, Maka pertanda akan mendapatkan jalan untuk melakukan sebuah usaha.

Mimpi menyembelih seekor sapi, maka pertanda akan mendapatkan keuntungan yang tidak terduga.

Mimpi melihat sapi masuk ke dalam rumah, maka pertanda akan mendapatkan rejeki yang banyak.

Mimpi dikejar-kejar oleh kijang, maka pertanda akan mendapatkan simpati dari banyak orang.

Mimpi melihat seekor gajah, maka pertanda akan mendapatkan pujian dari orang lain.

Mimpi melihat gajah masuk ke dalam rumah, maka pertanda akan mendapatkan kenaikan pangkat.

Mimpi melihat gajah keluar dari rumah, maka pertanda akan mendapatkan seorang tamu yang terhormat.

Mimpi memancing ikan, maka pertanda akan mendapatkan rejeki yang tidak terduga.

Mimpi melihat seekor ikan berenang di air, maka pertanda akan mendapatkan suatu pekerjaan yang diharap-harapkan.

Mimpi melihat seekor ikan yang dapat terbang, maka pertanda akan mengalami kemerosotan dalam berusaha.

Mimpi melihat seekor ular naga, maka pertanda akan mendapatkan keberuntungan atau mendapatkan seorang anak yang bijaksana.

Mimpi dikejar seekor ular naga, maka pertanda akan mendapatkan rejeki.

Mimpi melihat ular naga yang sedang tidur, maka pertanda akan mengalami kerugian dalam usaha.

Mimpi dikejar-kejar harimau, maka pertanda akan mandapatkan seorang pendamping yang setia.

Mimpi melihat harimau yang masuk ke dalam rumah, maka pertanda akan memperoleh kesusahan.

Mimpi melihat seekor itik, maka pertanda akan mendapatkan ketenangan jiwa.

Mimpi melihat kambing, maka pertanda akan mendapatkan keberuntungan.

Mimpi memakan daging kambing, maka pertanda akan mendapatkan, harta benda yang banyak.

Mimpi melihat seekor kelabang, maka pertanda Anda sedang diintai oleh seorang.

Mimpi digigit oleh seekor kelabang, maka pertanda akan mendapatkan godaaan dari seseorang.

Mimpi digigit oleh lintah, maka pertanda akan mendapatkan godaan dari wanita jahat.

Mimpi melihat seekor lintah, maka pertanda akan mendapatkan godaan seorang wanita.

Mimpi disengat lebah, maka pertanda akan mampu membalas kebaikan orang tua.

Mimpi melihat sekelompok lebah, maka pertanda akan mencapai kesuksesan dalam pekerjaan.

Mimpi melihat banyak lalat berterbangan, maka pertanda akan dihargai dan dihormati banyak orang.

Mimpi dikerumuni banyak lalat, maka pertanda akan mengalami gangguan dalam hidup.

Mimpi membunuh lalat, maka pertanda akan mendapatkan kesenangan.

Mimpimelihat kuda yang melompat, maka pertanda akan terbebas dari belenggu ketakutan.

Jika hermimpi digigit seekor laba-Iaba, maka pertanda Anda harus berhati-hati dalam membelanjakan uang.

Mimpimelihat laba-Iaba, maka pertanda akan mengalami banyak cobaan.

Mimpi membeli seekor keledai, maka pertanda tidak dapat menyelesaikan suatu persoalan.

Mimpi menaiki seekor keledai, maka pertanda akan mengalami keberhasilan dalam usaha.

Mimpi melihat seekor kelelawar, maka pertanda akan mengalami kesulitan keuangan.

Mimpi digigit seekor kera, maka pertanda akan dibayangi kegelisahan.

Mimpi melihat seekor kera, maka pertanda akan diganggu oleh orang yang merasa tidak senang.

Mimpi melihat seekor kupu-kupu, maka pertanda akan mendapatkan kebahagiaan atau akan kedatangan tamu dari jauh.

Mimpi memelihara kuda di dalam rumah, maka pertanda akan mendapatkan seorang anak yang sangat baik.

Mimpi menunggang kuda, maka pertanda akan mendapatkan keberuntungan.

Mimpi dicakar kucing, maka pertanda akan menjadi sasaran fitnah.

Mimpi melihat anjing berkelahi, maka pertanda akan berdamai dengan seorang teman.

Mimpi dikejar beruang, maka pertanda akan mendapatkan kesusahan dari seseorang.

Mimpi memegang jengkerik, maka pertanda akan dikaruniai anak yang kurang baik.

Mimpi melihat katak, maka pertanda akan mendapatkan keberuntungan.

Mimpi melihat kelinci, maka pertanda akan mengalami kehidupan senang dan bahagia dalam perkawinan.

Mimpi dililit ular, maka pertanda akan melaksanakan hajat.

Mimpi banjir, maka pertanda akan tertimpa kegelapan hati.

Mimpi melihat awan yang gelap, maka pertanda akan mendapatkan kesulitan luar biasa.

Mimpi melibat awan putih, maka pertanda akan mengalami kebahagiaan dalam perkawinan.

Mimpi melibat asap, maka pertanda akan menderita suatu penyakit.

Mimpi melihat pemandangan dari tempat yang tinggi, maka pertanda akan mendapatkan rejeki atau kemuliaan hidup.

Mimpi mendengar suara deru angin, maka pertanda akan memperoleh kegagalan dalam sebuah rencana.

Mimpi melihat sesuatu yang dirobohkan oleh angin, maka pertanda akan menemui banyak musuh dan kesukaran hidup.

Mimpi melihat matahari terbit, maka pertanda akan mendapatkan kegembiaan.

Mimpi melihat sinar matahari yang suram, maka pertanda akan mendapatkan kesulitan besar.

Mimpi melihat cahaya, maka pertanda akan mengalami hidup yang sangat bahagia.

Mimpi melihat matahari separuh, maka pertanda akan ado perang besar.

Mimpi matahari turun ke bumi, maka pertanda akan ada pemimpin yang meninggal.

Mimpi melihat hujan disertai angin ribut, maka pertanda akan kembali ke kampung halaman.

Mimpi melihat hujan, maka pertanda akan terhindar dari bahaya.

Mimpi melihat kabut, maka pertanda akan ditimpa malapetaka 'yang hebat akan menderita suatu penyakit.

Mimpi melihat bintang, maka pertanda akan mendapatkan pengetahuan yang baik.

Mimpi melihat kilat atau guntur, maka pertanda akan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan.

Mimpi melihat bulan, maka pertanda akan dikasihi oleh seorang pemimpin.

Mimpi melihat terang bulan, maka pertanda akan mendapatkan kelancaran dalam usaha.

Mimpi melihat bulan kembar (bulan ada dua), maka pertanda akan ada peperangan antar pemimpin.

Mimpi menelan bulan, maka pertanda akan mendapatkan derajat atau kedudukan yang tinggi.

Mimpi disambar petir, maka pertanda akan berkurang rejekinya.

Mimpi melihat hujan lebat, maka pertanda akan mendapatkan sainganyang berat dalam percintaan.

Mimpi mandi di sungai, maka pertanda akan selalu terjaga kesehatannya.

Mimpi minum air sungai, maka pertanda tidak tercapainya suatu kebahagiaan yang dicita-citakan.

Mimpi mengarungi samudra, maka pertanda akan terhindar dari perbuatan jahat.

Mimpi melihat telaga, maka pertanda akan bertambah harta bendanya.

Mimpi langit pecah, maka pertanda negaranya akan dijajah orang.

Mimpi melihat kilat yang menyambar nyambar, maka pertanda akan mendapatkan penghargaan yang tidak berwujud.

Mimpi melihat tanah terbelah, maka pertanda akan menderita sakit.

Mimpi sumur terbakar, maka pertanda akan ada kejadian yang tak terduga.

Mimpi melihat awan yang jatuh ke bumi, maka pertanda akan dapat membeli segala sesuatu yang diinginkan.

Mimpi melihat awan yang berwarna merah, maka pertanda akan melihat daerah yang tertimpa bencana.

Mimpi melihat bintang jatuh, maka pertanda akan mendapatkan berkah dari Allah.

Mimpi melihat langit yang cerah, maka pertanda akan mendapatkan anak yang baik.

Hukum Sayyidina dalam Shalat

Hukum Sayyidina dalam Shalat itu boleh bahkan lebih utama sebagai penghormatan dan pemuliaan pada Rasulullah saw sebagai manusia paling utama dan paling mulia. Adapun hadis yang melarang menyebut sayyidina adalah maudhuk atau hadis palsu.

STATUS HADIS LA TUSAYYIDUNI FIS SHOLATI (“Janganlah kalian mengucapakan sayyidina kepadaku di dalam shalat”) ADALAH PALSU


( لا تسيدوني في صلاتكم

قال الإمام السخاوي رحمه الله :

" لا أصل له " انتهى.

" المقاصد الحسنة " (ص/135).

وقال ابن حجر الهيتمي رحمه الله :

" لا أصل له " انتهى.

" الفتاوى الفقهية الكبرى " (1/151)

وتابعهم على ذلك أكثر من ألَّف في الأحاديث الموضوعة ، انظر " المصنوع في معرفة الموضوع " للملا علي القاري (ص/205)

كما نص كثير من الفقهاء في كتبهم على إنكار هذا الحديث ، كما في " رد المحتار " (1/513)، " الفواكه الدواني " (2/359)، " نهاية المحتاج " (1/530) .

وقد شاع بين الناس ترديد هذا القول ” لا تُسَيَّدوني في الصلاة ” وهذا حديث مكذوب لا أصل له في السُّنَّة كما في كتاب : “كشف الخفا ومزيل الإلباس فيما اشتُهر من الحديث على ألسنة الناس” . وفيه غلطٌ لغوي أيضًا؛ لأن مادة السيادة واوية لا يائية، فالصواب ” لا تسوِّدوني ” جاء في نهاية ابن الأثير من حديث قيس بن عاصم ” اتَّقوا الله وسوِّدوا أكبركم ” وفي حديث ابن عمر : ما رأيت بعد رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ أسود من معاوية، قيل : ولا عمر ؟ قال : كان عمر خيرًا منه، وكان هو أسود من عمر، أي أسخى وأعطى للمال أو أحلم منه . ويقول الشاعر :

وما سودتني عامر عن وراثة أَبى الله أن أسمو بأم ولا أب

فهذا الحديث مردود لفظًا ومعنىً، أو شكلاً وموضوعًا كما يقولون

UCAPAN SAYYIDINA DI SAAT SHALAT DAN DI LUAR SHALAT ADALAH SUNNAH MENURUT MADZHAB SYAFI'I DAN HANAFI


Pendapat ini didasarkan pada hadits Nabi SAW:

عن أبي هريرةقا ل , قا ل ر سو ل الله صلي الله عليه وسلم أنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَأوَّلُ مَنْ يُنْسَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأوَّلُ شَافعٍ وأول مُشَافِعٍ

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Saya adalah sayyid (penghulu) anak adam pada hari kiamat. Orang pertama yang bangkit dari kubur, orang yang pertama memberikan syafaa’at dan orang yang pertama kali diberi hak untuk membrikan syafa’at.” (Shahih Muslim, 4223).

Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri menyatakan:

الأوْلَى ذِكْرُالسَّيِّادَةِ لِأنَّ اْلأَفْضَلَ سُلُوْكُ اْلأَدَ بِ
“Yang lebih utama adalah mengucapkan sayyidina (sebelum nama Nabi SAW), karena hal yang lebih utama bersopan santun (kepada Beliau).” (Hasyisyah al-Bajuri, juz I, hal 156).<>

ال الرملي في شرح المنهاج : والأفضل الإتيان بلفظ السيادة، كما قاله ابن ظهير، وصرَّح به جمع، وبه أفتى الشارح ؛ لأن فيه الإتيان بما أمرنا به وزيادة الإخبار بالواقع الذي هو أدب، فهو أفضل من تَرْكه وإن تردد في أفضليته الإسنوي، وأما حديث ” لا تسيدوني في الصلاة ” فباطل لا أصل له كما قاله بعض متأخري الحُفَّاظ، وقول الطوسي : إنها مبطلة غلط . أ هـ .

وعند الأحناف يُنْدَب الإتيان به في الصلاة على النبي فقط، ويُكتفَى بالوارد في التشهد من غير زيادة ولا نقصان . قال في الدر المختار شرح تنوير الأبصار : وندب السيادة؛ لأن زيادة الإخبار بالواقع عين سلوك الأدب فهو أفضل من تركه . أهـ .

PENJELASAN HADIS AKU SAYIDNYA ANAK ADAM


شرح النووي على مسلم
يحيي بن شرف أبو زكريا النووي
باب تفضيل نبينا صلى الله عليه وسلم على جميع الخلائق



2278 حدثني الحكم بن موسى أبو صالح حدثنا هقل يعني ابن زياد عن الأوزاعي حدثني أبو عمار حدثني عبد الله بن فروخ حدثني أبو هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أنا سيد ولد آدم يوم القيامة وأول من ينشق عنه القبر وأول شافع وأول مشفع






الحاشية رقم: 1
قوله صلى الله عليه وسلم : ( أنا سيد ولد آدم يوم القيامة ، وأول من ينشق عنه القبر ، وأول شافع وأول مشفع ) قال الهروي : السيد هو الذي يفوق قومه في الخير ، وقال غيره : هو الذي يفزع إليه في النوائب والشدائد ، فيقوم بأمرهم ، ويتحمل عنهم مكارههم ، ويدفعها عنهم .

وأما قوله صلى الله عليه وسلم : ( يوم القيامة ) مع أنه سيدهم في الدنيا والآخرة ، فسبب التقييد أن في يوم القيامة يظهر سؤدده لكل أحد ، ولا يبقى منازع ، ولا معاند ، ونحوه ، بخلاف الدنيا فقد نازعه ذلك فيها ملوك الكفار وزعماء المشركين . وهذا التقييد قريب من معنى قوله تعالى : لمن الملك اليوم لله الواحد القهار مع أن الملك له سبحانه قبل ذلك ، لكن كان في الدنيا من يدعي الملك ، أو من يضاف إليه مجازا ، فانقطع كل ذلك في الآخرة .

قال العلماء : وقوله صلى الله عليه وسلم : ( أنا سيد ولد آدم ) لم يقله فخرا ، بل صرح بنفي الفخر في غير مسلم في الحديث المشهور ( أنا سيد ولد آدم ولا فخر ) وإنما قاله لوجهين : أحدهما امتثال قوله تعالى : وأما بنعمة ربك فحدث والثاني أنه من البيان الذي يجب عليه تبليغه إلى أمته ليعرفوه ، ويعتقدوه ، ويعملوا بمقتضاه ، ويوقروه صلى الله عليه وسلم بما تقتضي مرتبته كما أمرهم الله تعالى .

وهذا الحديث دليل لتفضيله صلى الله عليه وسلم على الخلق كلهم ؛ لأن مذهب أهل السنة أن الآدميين أفضل من الملائكة ، وهو صلى الله عليه وسلم أفضل الآدميين وغيرهم .

وأما الحديث الآخر : " لا تفضلوا بين الأنبياء " فجوابه من خمسة أوجه : أحدها أنه صلى الله عليه وسلم قاله قبل أن يعلم أنه سيد ولد آدم ، فلما علم أخبر به . والثاني قاله أدبا وتواضعا . والثالث أن النهي إنما هو عن تفضيل يؤدي إلى تنقيص [ ص: 439 ] المفضول . والرابع إنما نهى عن تفضيل يؤدي إلى الخصومة والفتنة كما هو المشهور في سبب الحديث . والخامس أن النهي مختص بالتفضيل في نفس النبوة ، فلا تفاضل فيها ، وإنما التفاضل بالخصائص وفضائل أخرى ، ولا بد من اعتقاد التفضيل ، فقد قال الله تعالى تلك الرسل فضلنا بعضهم على بعض .

قوله صلى الله عليه وسلم : ( وأول شافع وأول مشفع ) إنما ذكر الثاني لأنه قد يشفع اثنان ، فيشفع الثاني منهما قبل الأول . والله أعلم .

Sabtu, 12 Januari 2019

Bencana Alam: Azab atau Fenomena Biasa?

Bencana Alam: Azab atau Fenomena alam Biasa? Banyak orang mengatakan bencana alam yang terjadi di suatu negeri, termasuk di Indonesia, adalah azab bagi penduduk negeri atau daerah yang bersangkutan. Betulkah demikian? Kalau betul, mengapa negara kafir dan jahat seperti Israel tidak terkena bencana alam? Mengapa NTB yg religius terkena bencana gempa dahsyat? Mengapa Aceh yg dikenal sebagai serambi mekah terkena bencana tsunami terbesar di dunia?

DALIL AZAB BAGI KAFIR AKAN DITUNDA SAMPAI DI AKHIRAT


قال الله تعالى : ( وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ ) الكهف/58 .

قال الإمام الطبري – رحمه الله - :

يقول تعالى ذكره لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم : وربك الساتر يا محمد على ذنوب عباده بعفوه عنهم إذا تابوا منها .

( ذُو الرَّحْمَةِ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا ) هؤلاء المعرضين عن آياته إذا ذكروا بها بما كسبوا من الذنوب والآثام .

( لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ ) ولكنه لرحمته بخلقه غير فاعل ذلك بهم إلى ميقاتهم وآجالهم .

" تفسير الطبري " ( 18 / 52 ) .

قوله تعالى : لَوْ يُؤَاخِذُهُم بِمَا كَسَبُواْ لَعَجَّلَ لَهُمُ العذاب الآية .

بيَّن في هذه الآية الكريمة : أنه لو يؤاخذ الناس بما كسبوا من الذنوب ، كالكفر والمعاصي ، لعجَّل لهم العذاب ، لشناعة ما يرتكبونه ، ولكنه حليم لا يعجل بالعقوبة ، فهو يمهل ولا يهمل" . أضواء البيان " ( 4 / 164 ) .

قوله تعالى ( وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ ) النحل/61

( وَلَوْ يُؤَاخِذُ الله الناس بِمَا كَسَبُواْ مَا تَرَكَ على ظَهْرِهَا مِن دَآبَّةٍ ) فاطر/45 الآية

فَلا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا

روى البخاري (4686) ومسلم (2583) عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُمْلِي لِلظَّالِمِ فَإِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ ثُمَّ قَرَأَ وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ



DALIL BAHWA BENCANA ALAM ADALAH AZAB ALLAH AKIBAT MAKSIAT

Shahabat Ibnu ’Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke arah kami dan bersabda:



قال تعالى: “فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنبِهِ فَمِنْهُم مَّن أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ”،
“وَفِرْعَوْنَ ذِي الأوْتَادِ الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلاَدِ فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ”، وقال عن عاد: “وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ فَهَلْ تَرَى لَهُم مِّن بَاقِيَةٍ”، وقال عن ثمود: “وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ”.

قال تعالى: “وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إلى أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ * فَلَوْلاَ إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ”، كما أن ما حدث رسالة مفادها أن الله ينبهكم أيها الظالمون، وأن ما يحدث من الهلاك هو بسبب ما ترتكبونه بأيديكم، قال تعالى: “ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ”.

الرسول صلى الله عليه وسلم يقول: “إن الله يقول لآدم: قم فابعث بعث النار من ولدك. فيقول آدم: وما بعث النار من كم كم، فيقول الله عز وجل من كل ألف تسعمائة وتسعة وتسعون إلى النار وواحد إلى الجنة

يقول النبي صلى الله عليه وسلم: “لا تقوم الساعة حتى يقبض العلم وتكثر الزلازل ويتقارب الزمان وتظهر الفتن ويكثر الهرج – وهو القتل”… رواه البخاري، وابن ماجة، وهناك أيضا حديث مفصل من أن المعاصي بكثرة تنوعها تكون موجبة لنزول العذاب فقال صلى الله عليه وسلم: “إذا اتخذ الفيء دولا والأمانة مغنما والزكاة مغرما وتُعلم لغير الدين، وأطاع الرجل امرأته وعق أمه، وأدنى صديقه وأقصى أباه، وظهرت الأصوات في المساجد، وساد القبيلة فاسقهم، وكان زعيم القوم أرذلهم، وأكرم الرجل مخافة شره، وظهرت القينات والمعازف وشربت الخمور ولعن آخر هذه الأمة أولها، فليرتقبوا عند ذلك ريحا حمراء وزلزلة وخسفا وقذفا وآيات تتتابع كنظام بال قطع سلكه فتتابع”… رواه الترمذي

“يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ، خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ:

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ.

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا.

وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ.

وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ”

Artinya: ”Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima hal yang jika kalian terjatuh ke dalamnya –dan aku berlindung kepada Allah supaya kalian tidak menjumpainya- (1)Tidaklah nampak zina di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya,(2)Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kezaliman penguasa atas mereka. (3) Tidaklah mereka menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan. (4)Tidaklah mereka melanggar perjanjian mereka dengan Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan menjadikan musuh mereka (dari kalangan selain mereka; orang kafir) berkuasa atas mereka, lalu musuh tersebut mengambil sebagian apa yang mereka miliki(5) Dan selama pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak berhukum dengan Kitabullah (al-Qur’an) dan mengambil yang terbaik dari apa-apa yang diturunkan oleh Allah (syariat Islam), melainkan Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dengan sanad shahih).” Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (2/1332 no 4019), Abu Nu’aim (8/333), al-Hakim (no. 8623)



وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ [الشورى:30].

”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(QS. Asy-Syuraa: 30)

Jadi karena perbuatan yang dilakukan oleh kedua tangan manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpakan musibah kepada mereka, baik yang dirasakan di dunia maupun di akhirat.

(وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ.)
”Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
”Tidaklah mereka menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan.”

Rabu, 09 Januari 2019

Haramnya Patung dan Pengecualiannya

Haramnya Patung dan Pengecualiannya. Patung itu haram secara umum namun ada beberapa pengecualian. Seperti patung kecil untuk mainan anak, untuk tujuan pendidikan, patung di museum dengan tujuan pendidikan sejarah, patung yang dipotong kepalanya, patung tentang makhluk tak bernyawa (tak punya ruh),dll.

ماحكم التماثيل المنتشرة فى كل مكان وفي المتاحف ؟

إن القرآن الكريم نزل على رسول الله صلى الله عليه وسلم فى أمة وثنية تصنع أصنامها وتضعها حول الكعبة المشرفة فكانوا يصورون ويعبدون ولقد ذم الرسول عليه الصلاة والسلام الصور وصنعها فى كثير من أحاديثه لعلة التشبيه بخلق الله ولعبادتها من دونه، ومن قبله جاهد الأنبياء عليهم السلام عبادة الأوثان واتخاذها آلهة تعبد من دون الله أو تقربا إلا الله:{‏ ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى }‏ الزمر ‏3 .

ولقد ردد القرآن الكريم قصة إبراهيم عليه السلام مع الوثنيين فى كثير من صوره ليلفت الناس إلى إخلاص العبادة لله .‏

ومن هنا كان اختلاف فقهاء الإسلام فى حكم التصوير المجسم التماثيل الكامل أو الناقص ، وحكم الرسم بين التحريم والكراهة .‏

إباحة التصوير الضوئي والرسم الذى تدل عليه الأحاديث النبوية الشريعة التى رواها البخارى وغيره من أصحاب السنن وترددت فى كتب الفقهاء أن التصوير الضوئى للإنسان والحيوان المعروف

الآن والرسم كذلك لا بأس به متى كان لأغراض علمية مفيدة للناس، إذا خلت الصور والرسوم من مظاهر التعظيم ومظنة التكريم والعبادة، وخلت كذلك من دوافع تحريم غريزة الجنس وإشاعة الفحشاء والتحريض على ارتكاب المحرمات .‏

تحريم النحت والحفر المكون لتمثال كامل لإنسان أو حيوان؛ النحت والحفر الذى يتكون منه تمثال كامل لإنسان أو حيوان فإنه محرم .‏

لما رواه البخارى ومسلم عن مسروق قال دخلنا مع عبد الله بيتا فيه تماثيل فقال لتمثال منها تمثال من هذا؟ قالوا تمثال مريم قال عبد الله قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون وفى رواية الذين يصنعون هذه الصور يعذبون يوم القيامة يقال لهم أحيوا ما خلقتم فهذا النص صريح فى أن نفس صنع التماثيل معصية ، وإنما كان ذلك سدا لذريعة عبادة التماثيل واتخاذها وسيلة للتقرب إلى الله كما كانت محاجة بعض الأمم السابقة حسبما حكى القرآن الكريم .‏

وكان القرآن الكريم فى كثير من آياته قد لفت نظر الناس إلى السير فى الأرض ودراسة آثار الأمم السابقة والاعتبار بتلك الآثار، وكانت الدراسة الجادة لهذا التاريخ لا تكتمل إلا بالاحتفاظ بآثارهم وجمعها واستقرائها .

والآثار وسيلة لدراسة التاريخ وإذ كان ذلك وكانت الأمم الموغلة فى القدم كالمصريين القدماء والفرس والرومان، وغير أولئك وهؤلاء ممن ملأوا جنبات الأرض صناعة ، قد لجأوا إلى تسجيل تاريخهم نقوشا ورسوما ونحتا على الحجارة، وكانت دراسة تاريخ أولئك السابقين والتعرف على ما وصلوا إليه من علوم وفنون أمرا يدفع الإنسانية إلى المزيد من التقدم العلمى والحضاري.

وكان القرآن الكريم فى كثير من آياته قد لفت نظر الناس إلى السير فى الأرض ودراسة آثار الأمم السابقة والاعتبار بتلك الآثار، وكانت الدراسة الجادة لهذا التاريخ لا تكتمل إلا بالاحتفاظ بآثارهم وجمعها واستقرائها .‏

لذا كان حتما الحفاظ على الآثار والاحتفاظ بها سجلا وتاريخا دراسيا، لأن دراسة التاريخ والاعتبار بالسابقين وحوادثهم للأخذ منها بما يوافق قواعد الإسلام والابتعاد عما ينهى عنه، من مأمورات الإسلام الصريحة الواردة فى القرآن الكريم فى آيات كثيرة .‏

منها قوله تعالى {‏ أفلم يسيروا فى الأرض فتكون لهم قلوب يعقلون بها أو آذان يسمعون بها فإنها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التى فى الصدور }‏ الحج ‏46 ، وقوله تعالى {‏ قل سيروا فى الأرض فانظروا كيف بدأ الخلق ثم الله ينشئ النشأة الآخرة إن الله على كل شىء قدير }‏ العنكبوت ‏20 .

فإقامة المتاحف ضرورة لما كان التحفظ على هذه الآثار هو الوسيلة الوحيدة لهذه الدراسة أصبح حفظها وتهيئتها للدارسين أمرا جائز إن لم يكن من الواجبات باعتبار أن هذه الوسيلة للفحص والدرس ضرورة من الضروروات .‏

وقاعدة الضرورة مقررة فى القرآن الكريم فى قوله تعالى {‏ وقد فصل لكم ما حرم عليكم إلا ما اضطررتم إليه }‏ الأنعام ‏119 ، وغير هذا من الآيات .‏

ولعل مما نسترشد به فى تقرير هذه الضرورة الدراسية والأخذ بها ما نقله القرطبى فى كتابه الجامع لأحكام القرآن عند تفسيره قول الله تعالى فى سورة سبأ {‏ يعملون له ما يشاء من محاريب وتماثيل }‏ سبأ ‏13 ، من استثناء لعب البنات المجسمة من تحريم صنع التماثيل .‏

لذا كان حتما الحفاظ على الآثار والاحتفاظ بها سجلا وتاريخا دراسيا، لأن دراسة التاريخ والاعتبار بالسابقين وحوادثهم للأخذ منها بما يوافق قواعد الإسلام والابتعاد عما ينهى عنه، من مأمورات الإسلام الصريحة

فقد قال فى المسألة الثامنة ما نصه وقد استثنى من هذا لعب البنات لما ثبت (‏عن عاشئة رضى الله عنها ‏كنت ألعب بالبنات عند النبى صلى الله عليه وسلم وكان لى صواحب يلعبن معى)‏ فكان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل ينفمعن منه أى : يتخفين منه فيسر بهن أى يرسلهن ويبعثهن إلي ليلعبن معى .‏ رواه مسلم.

قال العلماء وذلك للضرورة إلى ذلك وحاجة البنات حتى يتدربن على تربية أولادهن .‏ثم إنه لا بقاء لذلك، وكذلك ما يصنع من الحلاوة أو من العجين لا بقاء له .‏ فرخص فى ذلك .

ويجب الالتفات إلى ضرورة البعد بهذه التماثيل وكافة الآثار عن المساجد إذ يحرم جمعها ووضعها فيها أو حولها أو قريبا منها، كما تحرم الصلاة فى الأماكن التى تحتويها (‏المتاحف)‏ حتى لا تشتبه الأمور وتؤول إلى عبادتها وتصير بتقادم الزمان وضعف العقائد آلهة تعبد، ويسجد لها من دون الله الذى نعوذ به من كل سوء فى الدنيا والدين .‏

مما سلف يستبين واضحا ما موجزه :

أولا : لا يحرم الإسلام إقامة المتاحف بوجه عام، لأن ما يحفظ بها من آثار وسيلة لدراسة تاريخ الأمم السابقة .‏

ثانيا : لا يحرم الإسلام عرض أى شىء من الآثار ما دام حفظها بهدف الدراسة، ويحرم عرض الجثث الإنسانية للموتى لما فيه من امتهان الإنسان الذى كرمه الله سبحانه .‏

ثالثا : وبناء على ما سلف لا يحرم الإسلام عرض التماثيل والصور المجسمة بالمتاحف للتاريخ والدراسة ويحرم عرضها على وجه التعظيم، كما يحرم صنعها لهذا الغرض .‏

رابط