Senin, 27 Agustus 2018

Jenggot dan Kebodohan

Tags

Kutipan-kutipan terkait hal ini:

al-Wafi bi al-Wafayat, hlm. 2/-123


كلّما طالت اللحية، تكوسج العقل

“Saat jenggot panjang, otak jadi pendek.”

Kalimat di atas dinisbatkan pada Imam Syafi'i

Baca juga:
- Mufti Mesir: Jenggot itu Tradisi Bukan Syariah
- Mustofa Yaqub: Hukum Memelihara Jenggot, Sunnah atau Mubah?
- Hukum Memelihara Jenggot dalam Islam menurut Empat Madzhab
- Empat Madzhab: Hukum Memotong dan Memelihara Jenggot

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin pada bab Asrar al-Thaharah. Tepat di atas pasal al-Lihyah (Jenggot) menyatakan:

كلما طالت اللحية تشمر العقل
“Saat jenggot panjang, otak jadi berkurang.”

Imam Ghazali mengutip kata-kata Imam an-Nakha’i: “Aku heran kepada orang berakal yang jenggotnya panjang. Kenapa dia tidak memotong jenggotnya; jangan biarkan terlalu panjang, namun juga jangan dipotong terlalu pendek. Sedang-sedang saja dalam segala sesuatu itu bagus.” (Panjang ideal jenggot adalah segenggaman. Atau, yang penting proporsional dengan wajah).

Ibnul Jauzi dalam karyanya Akhbar al-Hamqa wa al-Mughaffalin (Kabar Tentang Orang-Orang Dungu dan Goblok)

الحمق سماد اللحية فمن طالت لحيته كثر حمقه
“Goblok itu pupuk untuk jenggot. Orang yang makin panjang jenggotnya berarti gobloknya makin banyak.”

NASIHAT AL GHAZALI PADA ORANG YANG BERJENGGOT

Dalam “Ihya”, Imam al-Ghazali mengingatkan kita, ada sepuluh hal yang dibenci dalam berjenggot. Di antara sepuluh itu, dua hal sangat dibenci dan sebaiknya dihindari bagi kaum berjenggot.

Pertama, berjenggot karena ingin pamer. Imam al-Ghazali menukil kutipan, “Ada dua syirik yang bisa tumbuh dalam jenggot: merawatnya karena ingin pamer dan membiarkannya awut-awutan karena ingin dianggap zuhud.”

Kedua, saat jenggot bikin Anda sombong. Saat Anda, misal, merasa jenggot menaikkan tingkat keislaman Anda, lalu memandang rendah keislaman orang lain karena tak berjenggot. Anda merasa sangat islami karena berjenggot, orang lain dianggap tak islami karena tak berjenggot. (Perihal kesombongan, tentu saja ia tak hanya jadi godaan orang berjenggot. Orang tak berjenggot juga bisa terjangkiti kesombongan, semisal memandang orang-orang berjenggot dengan tatapan negatif. Sombong memang keburukan yang bisa menempel di apa dan siapa saja).

Ibnu al-Jauzy dalam kitab Akhbar Al-Hamqa’ wal Mughaffilin menyatakan:

قال عبد الملك بن مروان: من طالت لحيته فهو كوسجٌ في عقله. وقال غيره: من قصرت قامته، وصغرت هامته، وطالت لحيته، فحقيقاً على المسلمين أن يعزوه في عقله. وقال أصحاب الفراسة: إذا كان الرجل طويل القامة واللحية فاحكم عليه بالحمق، …… الى ان قال ……وقال بعض الحكماء: موضع العقل الدماغ، وطريق الروح الأنف، وموضع الرعونة طويل اللحية. وعن سعد بن منصور أنه قال: قلت لابن إدريس: أرأيت سلام بن أبي حفصة؟ قال: نعم، رأيته طويل اللحية وكان أحمق. …… الى ان قال ……. قال زياد ابن أبيه: ما زادت لحية رجل على قبضته، إلا كان ما زاد فيها نقصاً من عقله.

Artinya: Abdul Malik bin marwan berkata: Barang Siapa panjang jenggotnya maka ia sedikit akalnya, Ulama lain berkata: Barang siapa yang pendek perawakannya, kecil kepalanya, dan panjang jenggotnya, maka jelas bagi muslimin untuk menisbatkan pada akalnya. Ashabul firasah berkata: Ketika seseorang tinggi perawakan dan panjang jenggotnya, maka bisa dipastikan ia orang yang bodoh. Ketika pemuda mempunyai jenggot lebar dan panjang sampai pusarnya, maka kecerdasannya berkurang seukuran panjang jenggotnya (semakin panjang semakin kurang).
Sebagian Ahli Hikmah mengatakan: Tempatnya akal itu pada otak, jalan jiwa itu melalui hidung dan tempat kebodohan itu pada panjangnya jenggot. Dan dari sa'd bin Manshur mengatakan: aku berkata kepada ibn idris: Apakah kamu tahu sulam bin abi hafshah? dia menjawab: iya, aku melihat panjang jenggotnya dan dia bodoh.
Ziad berkata: Tidaklah tambah lelaki yang jenggotnya melebihi genggammannya, kecuali hanya tambah kurang akalnya(kecerdasannya)

Syair tentang jenggot


إذا عرضت للفتى لـحـيةٌ # وطالت فصارت إلى سرته

فنقصان عقل الفتى عندنـا # بمقدار ما زاد في لحيتـه
Artinya: Ketika pemuda mempunyai jenggot lebar dan panjang sampai pusarnya, maka kalnya(kecerdasannya) berkurang seukuran panjang jenggotnya(semakin panjang semakin kurang).


HADITS TENTANG JENGGOT

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
“Bedakan diri kalian dari kaum musyrik; lebatkan jenggot kalian dan potong kumis kalian [yang melebihi bibir]” (HR: al-Bukhari).

Hadis riwayat Muslim menegaskannya.

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ
“Potong kumis kalian [yang melebihi bibir], panjangkan jenggot kalian; bedakan diri kalian dari kaum Majusi.”

***




Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini. Konsultasi agama kirim via email: alkhoirot@gmail.com

Kirim pertanyaan ke: alkhoirot@gmail.com
Dapatkan buku-buku Islam di sini!
EmoticonEmoticon