Jual Beli dengan Dua Harga

bab jual beli yang dilarang . macamnya banyak .salah satunya adalah : diantaranya adalah jual beli dengan dua harga dalam satu akad (ﺑﻴﻌﺘﺎﻥ ﻓﻲ ﺑﻴﻌﺔ ، ) , menurut yang disebut dalam kitab Mukhtashor kalimat ini mempunyai dua pengertian (ta'wil) :
Dalil terkait larangan jual beli dengan dua harga

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِى بَيْعَةٍ

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang dua jual beli dalam satu transaksi.(HR Turmudzi, V, 137, no. 1276). Turmudzi berkata : “Hadits ini Hasan Shahih”

“Barang siapa yang menjual dua penjualan dalam satu penjualan maka ia hanya dibenarkan mengambil harga yang paling kecil kalau tidak maka ia telah teratuh ke dalam riba.” (HR. Abu Dawud: 3463).

عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ مَطْلُ الْغَنِىِّ ظُلْمٌ وَإِذَا أُحِلْتَ عَلَى مَلِىءٍ فَاتْبَعْهُ وَلاَ تَبِعْ بَيْعَتَيْنِ فِى بَيْعَةٍ ».

Artinya: Diriwayatkan dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Penunda-nundaan membayar hutang yang dilakukan oleh orang yang kaya (orang yang memiliki harta untuk membayar hutangnya) adalah kedzaliman. Dan jika hutangmu dialihkan kepada orang yang kaya, maka terimalah, dan janganlah kamu melakukan dua jual beli dalam satu transaksi”. (HR Turmudzi, V/267, no. 1357).

عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ صَفْقَتَيْنِ فِى صَفْقَةٍ وَاحِدَةٍ. قَالَ أَسْوَدُ قَالَ شَرِيكٌ قَالَ سِمَاكٌ الرَّجُلُ يَبِيعُ الْبَيْعَ فَيَقُولُ هُوَ بِنَسَاءٍ بِكَذَا وَكَذَا وَهُوَ بِنَقْدٍ بِكَذَا وَكَذَا

Artinya: Diriwayatan dari Simak dari Abdurrhamn bin Abdullah bin Mas’ud dari bapaknya bahwa dia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang dua jual beli dan satu transaksi”. Aswad berkata : “Syarik berkata : “Simak berkata : “Yaitu seorang laki-laki yang melakukan transaksi jual beli, kemudian dia berkata : “dengan dihutang sekian dan dengan cash sekian”.

PRAKTIK DUA HARGA YANG DILARANG DAN YANG BOLEH MENURUT PANDANGAN IMAM NAWAWI DALAM KITAB RAUDOH AT-TOLIBIN, HLM. 3/399


ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺒﻴﻮﻉ ﺍﻟﻤﻨﻬﻲ ﻋﻨﻬﺎ

ﻭﻣﻨﻬﺎ : ﺑﻴﻌﺘﺎﻥ ﻓﻲ ﺑﻴﻌﺔ ، ﻭﻓﻴﻪ ﺗﺄﻭﻳﻼﻥ ﻧﺺ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺨﺘﺼﺮ

ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ : ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ : ﺑﻌﺘﻚ ﻫﺬﺍ ﺑﺄﻟﻒ ، ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺗﺒﻴﻌﻨﻲ ﺩﺍﺭﻙ ﺑﻜﺬﺍ ، ﺃﻭ ﺕﺷﺘﺮﻱ ﻣﻨﻲ ﺩﺍﺭﻱ ﺑﻜﺬﺍ ، ﻭﻫﻮ ﺑﺎﻃﻞ

ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ : ﺑﻌﺘﻜﻪ ﺑﺄﻟﻒ ﻧﻘﺪﺍ ، ﺃﻭ ﺑﺄﻟﻔﻴﻦ ﻧﺴﻴﺌﺔ ، ﻓﺨﺬﻩ ﺑﺄﻳﻬﻤﺎ ﺵﺋﺖ ﺃﻭ ﺷﺌﺖ ﺃﻧﺎ ، ﻭﻫﻮ ﺑﺎﻃﻞ .

ﺃﻣﺎ ﻟﻮ ﻗﺎﻝ : ﺑﻌﺘﻚ ﺑﺄﻟﻒ ﻧﻘﺪﺍ ، ﻭﺑﺄﻟﻔﻴﻦ ﻧﺴﻴﺌﺔ ، ﺃﻭ ﻗﺎﻝ : ﺑﻌﺘﻚ ﻧﺼﻔﻪ ﺑﺄﻟﻒ ، ﻭﻧﺺﻓﻪ ﺑﺄﻟﻔﻴﻦ ، ﻓﻴﺼﺢ ﺍﻟﻌﻘﺪ

ﻭﻟﻮ ﻗﺎﻝ : ﺑﻌﺘﻚ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺑﺄﻟﻒ ، ﻧﺼﻔﻪ ﺑﺴﺘﻤﺎﺋﺔ ، ﻟﻢ ﻳﺼﺢ ؛ ﻷﻥ ﺍﺑﺘﺪﺍﺀ ﻛﻼﻣﻪ ﻳﻘﺘﻀﻲ ﺗﻮﺯﻳﻊ ﺍﻟﺜﻤﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺜﻤﻦ ﺑﺎﻟﺴﻮﻳﺔ ، ﻭﺁﺧﺮﻩ ﻳﻨﺎﻗﻀﻪ

bab jual beli yang dilarang .
macamnya banyak .salah satunya adalah :

diantaranya adalah jual beli dengan dua harga dalam satu akad (ﺑﻴﻌﺘﺎﻥ ﻓﻲ ﺑﻴﻌﺔ ، ) , menurut yang disebut dalam kitab Mukhtashor kalimat ini mempunyai dua pengertian (ta'wil) :

pertama :
bila ada penjual berkata : "aku jual barang ini dengan harga 1000 dengan syarat kamu menjual rumahmu kepadaku dengan harga sekian"

atau bila ada penjual berkata : "aku jual barang ini dengan harga 1000 dengan syarat kamu beli rumahku dengan harga sekian"

Akad ini batal / tidak sah
kedua :
bila ada penjual berkata : "aku jual barang ini dengan harga 1000 jika cash, dan 2000 jika kredit, silakan dipilih dengan harga yang mana"

Akad ini juga batal / tidak sah

adapun bila ada penjual berkata : "aku jual barang ini kepadamu dengan harga 1000 cash, dan 2000 kredit" atau "aku jual barang ini kepadamu separo dengan harga 1000, dan yang separo lagi 2000" , maka sah hukumnya .

bila ada penjual berkata : "aku jual budak ini kepadamu dengan harga 1000, separonya 700" ,
akad ini tidak sah karena pada awalnya penjual terkesan membagi harga barang dengan sama tapi ternyata tidak .

LihatTutupKomentar